PROBOLINGGO (Surau.ID) – Sejumlah warga Dusun Curahkates, Desa Opo-opo, melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak parah akibat banjir. Langkah itu dilakukan setelah akses utama desa tak kunjung diperbaiki pascajebolnya tanggul penahan jalan beberapa pekan lalu.
Kerusakan terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan debit air meningkat drastis. Tanggul yang berada di sisi badan jalan tak mampu menahan tekanan arus, hingga akhirnya ambrol dan menyeret sebagian konstruksi jalan.
Akibatnya, badan jalan amblas dan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Jalur tersebut merupakan akses utama warga menuju pusat aktivitas, termasuk sekolah dan tempat kerja.
Kondisi itu memicu kekecewaan masyarakat karena belum terlihat adanya penanganan signifikan dari pihak terkait. Sebagai bentuk sindiran sekaligus penanda bahaya, warga menanam pohon pisang di titik jalan yang rusak.
“Sudah beberapa hari dibiarkan, padahal ini jalan utama untuk aktivitas warga, baik sekolah maupun bekerja. Kami tanam pisang supaya ada perhatian,” ujar salah seorang pemuda setempat.
Selain menjadi simbol protes, pohon pisang yang ditanam juga dimaksudkan untuk memperingatkan pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas. Warga menilai kerusakan tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan pendidikan.
Masyarakat berharap pemerintah desa dan instansi terkait segera melakukan perbaikan tanggul serta pemulihan badan jalan agar akses kembali normal dan kejadian serupa tidak terulang.