JOMBANG (Surau.ID) – Aksi saling dorong terjadi di depan Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026), ketika sejumlah peserta Muktamar NU ke-35 berusaha memasuki arena sidang tanpa membawa ID card resmi.
Massa yang disebut merupakan pendukung salah satu kandidat, Gus Yusuf, mendesak melewati barikade petugas untuk masuk ke ruang pleno pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Petugas Satuan Inspeksi Tanggap Pengamanan (Sigap) Pondok Pesantren Bahrul Ulum berupaya menahan pergerakan massa di akses masuk gedung.
Ketegangan berlangsung ketika jumlah massa yang mendesak masuk semakin banyak. Salah seorang petugas Sigap, Andre, bahkan sempat terjatuh saat berusaha mempertahankan barikade pengamanan.
“Kewalahan, Mas. Jumlah massanya terlalu banyak, sampai saya sempat terjatuh,” ujarnya.
Pengamanan Diperketat di Arena Sidang
Andre mengatakan petugas tetap menjalankan tugas meski situasi di lapangan sempat mengalami tekanan. Menurut dia, pembatasan akses dilakukan karena peserta tanpa identitas resmi memang tidak diperbolehkan memasuki arena persidangan.
“Tapi demi Nahdlatul Ulama, saya tetap akan menjaga kondusifitas untuk para masyayikh NU. Perintahnya memang massa tanpa akses tidak diperbolehkan masuk ke arena, jadi kami berupaya menghalau,” lanjutnya.
Petugas lainnya, Najiburrahman, mengatakan pemeriksaan ketat diterapkan untuk memastikan akses menuju ruang sidang hanya diberikan kepada pihak yang memiliki kewenangan sesuai ketentuan panitia. Pendekatan persuasif tetap diutamakan meski situasi sempat berlangsung dinamis.
“Tugas kami memastikan hanya pihak yang berhak dan memiliki identitas resmi yang bisa memasuki ruang sidang. Kami tetap mengedepankan pendekatan persuasif meski situasi di lapangan sangat dinamis,” tuturnya.
Pengamanan di sekitar gedung dilakukan oleh puluhan personel Sigap yang ditempatkan pada sejumlah akses masuk. Penjagaan tersebut diarahkan untuk memastikan proses sidang pleno pemilihan Ketua Umum PBNU berjalan sesuai tata tertib.
Hingga sore, petugas pengamanan internal pesantren dan pihak terkait masih bersiaga di sekitar lokasi. Dinamika di luar gedung tidak menghentikan rangkaian sidang pleno yang tetap berlangsung dengan pengawasan ketat.