KRAKSAAN (Surau.ID) – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PCNU Kraksaan menggelar pendampingan intensif bagi lebih dari 20 sekolah dan madrasah di Gedung Workshop MAN 2 Probolinggo, Sabtu (30/5/2026). Langkah ini diambil untuk mematangkan kesiapan lembaga pendidikan binaan menjelang visitasi akreditasi yang dijadwalkan pada Juni 2026 mendatang.
Setiap sekolah mendelegasikan tiga anggota tim akreditasi yang bertanggung jawab penuh atas pemenuhan komponen penilaian. Pendampingan ini difokuskan pada pemetaan indikator, verifikasi bukti fisik, serta simulasi langsung proses verifikasi dokumen bersama asesor.
Hadir sebagai pemateri, Pengawas Pendidikan Madrasah, Dr. Hosnan, M.Pd., memberikan pembekalan teknis mengenai aspek-aspek krusial yang kerap menjadi sorotan tim penilai saat visitasi lapangan.
Ketua LP Ma’arif NU PCNU Kraksaan, Dr. H. Chusnul Muali, M.Pd., menegaskan bahwa akreditasi tidak boleh sekadar menjadi formalitas administratif.
“Sebaliknya, momentum ini wajib dijadikan pijakan untuk mengevaluasi dan memperkuat tata kelola sekolah,” ucapnya
Menurutnya, akreditasi harus dipandang sebagai sarana untuk menunjukkan kualitas layanan pendidikan yang telah dibangun. Seluruh dokumen, program, dan praktik baik yang selama ini dilaksanakan perlu dipersiapkan dan didokumentasikan dengan baik.
“Seluruh sekolah dan madrasah binaan LP Ma’arif NU Kraksaan dapat menghadapi visitasi dengan percaya diri dan memperoleh hasil terbaik,”nya.
Melalui ruang belajar bersama ini, para peserta dibimbing untuk mengidentifikasi kekurangan dokumen dan menyusun strategi pemenuhan bukti instrumen akreditasi secara cepat dan tepat.
Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kelembagaan LP Ma’arif NU PCNU Kraksaan, Dr. H. Zamroni, SS. M.Pd., yang turut hadir dalam acara tersebut berharap sinergi ini mampu mendongkrak mutu layanan pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama.
“Dengan persiapan yang matang, seluruh madrasah di wilayah Kraksaan ditargetkan mampu meraih predikat unggul demi menjaga kepercayaan masyarakat,” harapnya.