PROBOLINGGO (Surau.ID) – Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan MTs Sunan Kalijaga Banyuanyar untuk memperkuat pemahaman ibadah siswa. Melalui program Pondok Ramadan, madrasah tersebut menggelar pendalaman materi sekaligus praktik salat tarawih di laboratorium sekolah, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu menghadirkan Ustadz Imron Rosidi sebagai pembimbing. Ia memberikan penjelasan mengenai ketentuan hukum, rukun, serta sunnah dalam salat tarawih, dilanjutkan dengan simulasi gerakan dan bacaan secara langsung.
Suasana ruang laboratorium yang biasanya digunakan untuk kegiatan sains tampak berbeda. Para siswa mengikuti praktik dengan khidmat dan antusias, menyimak arahan serta memperbaiki gerakan di bawah bimbingan pemateri.
Menurut Ustadz Imron, pemahaman mendalam terhadap tata cara ibadah penting agar pelaksanaan tarawih tidak sekadar menjadi rutinitas musiman. Ia menekankan aspek ketenangan dan kesesuaian dengan tuntunan syariat.
“Melalui praktik langsung ini, kami ingin siswa benar-benar memahami thuma’ninah dan tata cara yang tepat. Jadi bukan hanya mengikuti kebiasaan, tetapi mengetahui dasar ilmunya,” ujarnya.
Ia berharap bekal yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas ibadah siswa selama Ramadan, sekaligus menumbuhkan semangat menghidupkan malam dengan pemahaman yang benar.
Kepala madrasah, Syafaat, menyatakan Pondok Ramadan merupakan bagian dari agenda pembinaan karakter religius siswa. Menurutnya, kegiatan di luar pembelajaran reguler itu dirancang untuk memperkuat dimensi spiritual sekaligus praktik keagamaan peserta didik.
“Kami berkomitmen menghadirkan fasilitas dan pembimbing yang kompeten agar anak-anak memiliki bekal yang kuat. Harapannya, mereka dapat mengamalkan ilmu ini secara istiqamah, baik di sekolah maupun di rumah,” kata Syafaat.
Program Pondok Ramadan tersebut menjadi salah satu upaya madrasah dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang dalam pengamalan nilai-nilai keagamaan.