JAKARTA (Surau.ID) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan kehormatan Mufti Republik Polandia, Syekh Tomasz Miśkiewicz, di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Kunjungan ini menjadi momentum strategis dalam memperteguh komitmen moderasi serta dialog antarperadaban di tingkat internasional.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PBNU, termasuk Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla dan KH Miftah Faqih, serta perwakilan Kedutaan Besar Polandia. Kunjungan ini menegaskan posisi NU sebagai organisasi Islam terbesar yang konsisten mengusung nilai-nilai toleransi dan perdamaian.
Sinergi Multikulturalisme dan Perdamaian
Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Ahmad Ginanjar Sya’ban, menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Mufti Polandia mengusulkan sejumlah program kerja sama antara komunitas Muslim di Polandia dan Indonesia. Fokus utamanya adalah penguatan multikulturalisme serta menciptakan iklim toleransi dan koeksistensi yang harmonis di kedua negara.
“Ini adalah kunjungan pertama beliau ke PBNU. Insyaallah nanti pada bulan Oktober, beliau berencana ingin mengunjungi lagi NU dan ingin berdiskusi belajar lebih banyak, terutama ingin nanti mengunjungi beberapa pesantren dan juga basis-basis NU yang ada di Indonesia,” ungkap Ginanjar.
Islam sebagai Rahmat bagi Semesta
Ginanjar menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan upaya konkret PBNU dalam menyebarkan pesan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil ‘alamin). Melalui sinergi ini, NU berkomitmen untuk terus memperjuangkan perdamaian, mendukung peran ulama, serta meningkatkan pemberdayaan umat secara global.
“Harapannya bisa bersinergi, terutama dalam kerja-kerja untuk khidmatul Islam (melayani Islam), khidmatul anam wal ulama (melayani umat dan ulama), serta bagaimana riayatul ummah (melayani dan memberdayakan umat),” tambahnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal bagi hubungan yang lebih erat antara komunitas Muslim Indonesia dan Polandia dalam merawat perdamaian dunia. Dengan memperkuat dialog lintas peradaban, PBNU optimis dapat terus berkontribusi dalam membangun koeksistensi yang sehat di tengah tantangan global saat ini.