PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pemkot Probolinggo mengalokasikan anggaran Rp 600 juta untuk merehabilitasi enam pasar tradisional pada tahun 2027 mendatang, sebagai upaya bertahap dalam memperkuat infrastruktur ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut.
Keterbatasan anggaran daerah memaksa pemerintah kota melakukan perbaikan secara selektif. Dana tersebut difokuskan pada pemeliharaan rutin dan perbaikan bagian prioritas agar operasional pasar tetap berjalan optimal bagi pedagang.
Sasaran revitalisasi mencakup Pasar Baru, Pasar Gotong Royong, Pasar Ketapang, Pasar Randu Pangger, Pasar Kronong, serta Pasar Wonoasih yang kini menjadi prioritas utama dinas terkait dalam meningkatkan kenyamanan warga.
Revitalisasi Bertahap Tingkatkan Kenyamanan
Fokus perbaikan meliputi pembenahan saluran air, penggantian talang yang bocor, penataan ulang lantai, hingga peningkatan sistem penerangan di area pasar. Langkah ini diambil untuk memastikan pasar tetap bersih dan terang.
Dalam wawancara pada Kamis, 16 Juli 2026, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (DKUMP) menekankan bahwa normalisasi pasar merupakan langkah strategis agar infrastruktur pasar tradisional semakin tertata dan berdaya saing.
Transformasi Modern dan Digitalisasi Pasar
Pemkot Probolinggo menargetkan pasar tradisional bertransformasi menjadi pusat ekonomi yang lebih modern dengan mengoptimalkan kios kosong sebagai destinasi wisata belanja maupun pusat kuliner bagi masyarakat luas.
“Pasar tradisional harus mampu bertransformasi menjadi tempat yang bersih, nyaman, modern, dan berdaya saing, dengan dukungan digitalisasi serta akses pembiayaan yang mudah bagi pelaku UMKM,” ujar dr. Aminuddin, Wali Kota Probolinggo.
Langkah ini menjadi harapan baru bagi para pedagang untuk mendapatkan fasilitas yang lebih layak, sekaligus menjaga denyut ekonomi rakyat di Kota Probolinggo agar terus tumbuh di masa depan.