MALANG (Surau.ID) – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengukuhkan tujuh guru besar baru dari berbagai bidang keilmuan di Gedung Rektorat UIN Malang, Rabu (23/9/2026).
Rektor UIN Malang Prof. Ilfi Nur Diana menegaskan bahwa pencapaian gelar profesor ini bukan sekadar seremonial akademik, melainkan momentum penting untuk mengukuhkan kontribusi universitas dalam membangun peradaban bangsa.
Ketujuh akademisi yang dikukuhkan mencakup pakar bidang Pendidikan Bahasa Arab, Pemikiran Islam Modern, Sosiologi Gerakan Islam, Hukum Kewarisan Islam, Strategi Pembelajaran Bahasa Arab, Pengembangan Kurikulum, hingga Inovasi Pendidikan Islam.
Amanah Intelektual dan Karakter Akademisi Kokoh
Prof. Ilfi mendorong para guru besar untuk meneladani karakter Ar-Rasikhun, yaitu sosok ilmuwan yang berilmu mendalam, beriman kokoh, serta tetap rendah hati dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Gelar tertinggi di bidang akademik tersebut membawa konsekuensi untuk terus berinovasi menerbitkan karya ilmiah bermutu tinggi sekaligus menjaga marwah keilmuan melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
Integritas Moral Sebagai Teladan Civitas Akademika
Tanggung jawab moral menjadi tantangan terbesar bagi seorang profesor karena setiap ucapan serta tindakannya di ruang publik akan selalu menjadi teladan bagi masyarakat luas.
“Guru besar menjadi panutan bagi civitas akademika dan masyarakat luas, dalam setiap kata, tindakan, dalam ruang kuliah maupun ruang publik,” ujar Prof. Ilfi Nur Diana, Rektor UIN Malang.
Melalui pengukuhan ini, kampus berharap para profesor baru mampu menampilkan integritas sejati demi menuntun generasi penerus menuju kejujuran, kebenaran, dan kebijaksanaan.