BANDA ACEH (Surau.ID) – UIN Ar-Raniry Banda Aceh kini mencatatkan rekor dengan total 66 profesor setelah enam dosen resmi ditetapkan sebagai guru besar baru dalam periode III tahun 2026.
Penyerahan surat keputusan dilakukan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta pada Senin (13/7/2026). Peningkatan jumlah guru besar ini menjadi indikator kuatnya budaya akademik dan produktivitas dosen di lingkungan kampus.
Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman, berharap para guru besar baru dapat menghadirkan solusi akademik yang berdampak nyata bagi masyarakat, serta memperluas rekognisi riset kampus di tingkat nasional hingga internasional.
Transformasi Kualitas SDM Akademik
Capaian ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam empat tahun terakhir. Jumlah guru besar melonjak drastis dari 22 orang pada 2022 menjadi 66 orang pada 2026, yang juga dibarengi dengan peningkatan jumlah dosen bergelar doktor.
Peningkatan kapasitas SDM ini diproyeksikan memperkuat tri dharma perguruan tinggi, khususnya dalam melahirkan inovasi riset, meningkatkan publikasi ilmiah, serta membimbing generasi peneliti masa depan agar lebih berdaya saing global.
Integrasi Ilmu dan Nilai Keagamaan
Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa guru besar harus mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai keagamaan. Ilmu tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus senantiasa didasari oleh iman demi mendatangkan kemaslahatan bagi umat.
“Jangan berpaham bahwa yang paling utama hanya ilmu. Yang paling utama adalah iman. Iman dan ilmu harus berjalan bersama,” tegas Nasaruddin Umar saat menyerahkan keputusan penetapan tersebut.
Para profesor baru UIN Ar-Raniry tersebut meliputi Prof. Dr. Azhar, M.Pd. (Pengembangan Kurikulum PAI), Prof. Dr. Husna Amin, M.Hum. (Filsafat Agama), Prof. Dr. Marzuki, S.Pd.I., M.Si. (Antropologi Pendidikan Islam), Prof. Dr. Firdaus, S.Ag., M.Hum. (Sosiologi Agama), Prof. Dr. Ernita Dewi, S.Ag., M.Hum. (Filsafat Islam Kontemporer), dan Prof. Dr. Jasafat, M.A. (Ilmu Dakwah).