MALANG (Surau.ID) – Universitas Islam Malang melepas 1.258 wisudawan pada periode ke-80 yang berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 mendatang. Dari ribuan peserta tersebut, terdapat empat lulusan terbaik dari program sarjana dan pascasarjana yang mengukir prestasi mengagumkan.
Kisah inspiratif pertama datang dari Unjana, lulusan terbaik PIAUD FAI dengan IPK 4,00, yang membuktikan bahwa usia 35 tahun bukan halangan untuk menempuh pendidikan tinggi. Di tengah kesibukannya sebagai ibu, istri, dan pengelola lembaga PAUD, ia berhasil membagi waktu serta membuktikan pentingnya kedisiplinan.
Lulusan terbaik kedua diraih Weni Wihayningrum dari FKIP Matematika dengan IPK 3,99, yang aktif membagi waktu antara kuliah, organisasi, serta bekerja sebagai SPG dan guru tari.
Lulusan terbaik ketiga diraih oleh Siti Afidhotun Amalia dari Prodi Administrasi Bisnis FIA dengan IPK 3,97. Melalui penelitian skripsinya mengenai digital marketing, Siti mengkaji pengaruh persepsi konsumen dan citra merek terhadap minat beli di media sosial. Ia menekankan pentingnya keberanian mencoba bagi mahasiswa dalam meraih peluang.
Sementara itu, predikat lulusan terbaik program Pascasarjana diraih Diah Ayu Puspitasari dari Magister Kenotariatan yang meraih IPK sempurna 4,00 dalam waktu 1,5 tahun. Diah yang juga merupakan seorang ibu bekerja meriset isu hukum terkait kedudukan notaris rekanan di dunia perbankan.
Kisah para wisudawan terbaik ini menunjukkan bahwa keterbatasan waktu dan beragamnya peran kehidupan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi akademik tertinggi. Sinergi antara komitmen pribadi, manajemen waktu yang matang, serta niat yang tulus menjadi kunci utama keberhasilan mereka.
“Dengan semangat yang tinggi, semoga impian atau cita-cita itu bisa dicapai dengan adanya keyakinan diri dan niat dari hati. Nomor satu berdoa yang baik dan tetap jadi orang baik,” ujar Unjana.
Keberhasilan mereka menjadi bukti nyata bahwa proses belajar adalah perjalanan seumur hidup yang senantiasa membawa keberkahan.