JEMBER (Surau.ID) – Dosen Fakultas Teknik Universitas Jember Mochamad Asrofi kembali masuk daftar dua persen ilmuwan paling berpengaruh di dunia versi Stanford–Elsevier selama empat tahun berturut-turut.
Pencapaian bergengsi yang diraih sejak tahun 2023 hingga 2026 ini membuktikan konsistensi risetnya di bidang rekayasa material berkelanjutan.
Fokus penelitiannya memanfaatkan limbah pertanian dan biomassa menjadi produk bernilai tambah yang ramah lingkungan.
Pengembangan Inovasi Material Berkelanjutan
Mochamad Asrofi secara konsisten mengembangkan riset biokomposit berbasis limbah pertanian sejak tahun 2020. Aplikasi risetnya kini mencakup kemasan ramah lingkungan, filamen 3D printing, hingga separator baterai.
Inovasi tersebut mengintegrasikan polimer dan penguat hayati agar menghasilkan karakteristik material yang tepat sesuai kebutuhan industri.
Dampak dan Potensi Pengembangan Riset
Eksplorasi material berbasis biomassa ini membuka peluang besar pemanfaatan hasil samping pertanian yang selama ini belum terolah maksimal.
“Harapannya, bahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat dikembangkan menjadi material dengan nilai tambah yang lebih tinggi,” ujar Mochamad Asrofi, Dosen FT Universitas Jember.
Inovasi rekayasa material ini diharapkan mampu mendorong kemandirian teknologi nasional serta menginspirasi akademisi muda untuk terus berkarya.