PROBOLINGGO (Surau.ID) – Korps PMII Putri (KOPRI) Komisariat AMIK Taruna kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal ruang belajar dan perjuangan bagi kader perempuan. Hal ini diwujudkan melalui agenda Halaqah KOPRI yang berlangsung khidmat di Gedung MWCNU Leces pada Kamis (7/5/2026).
Mengusung tema besar “Dari Kitab Menuju Perempuan Hebat & Bermartabat”, kegiatan ini dirancang sebagai wadah penguatan intelektual sekaligus spiritual. Fokus utamanya adalah membekali kader perempuan dengan pemahaman keislaman yang mendalam serta nilai-nilai keperempuanan yang relevan dengan tantangan zaman.
Ketua KOPRI PMII AMIK Taruna, Maulidia Putri, dalam sambutannya menekankan bahwa halaqah ini bukan sekadar rutinitas formalitas.
Ia memandang kegiatan ini sebagai fondasi untuk membentuk karakter perempuan yang berani tampil di ruang publik tanpa kehilangan jati diri.

“Perempuan PMII harus mampu menjadi sosok yang mandiri, kritis, dan berwawasan luas. Namun, keberanian untuk belajar dan berkembang itu harus tetap berjalan beriringan dengan adab serta moralitas yang kuat sebagai identitas kita,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa menjaga nilai-nilai keislaman dan kodrat merupakan kunci bagi perempuan untuk tetap teguh di tengah arus modernisasi yang semakin bebas.
Hadir sebagai narasumber, Ust. Syamsuli Akbar memberikan pemaparan mendalam mengenai korelasi antara ilmu pengetahuan dan kehormatan seorang perempuan.
Menurutnya, kecerdasan berpikir harus dibarengi dengan keteguhan prinsip dan kesantunan sikap.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak untuk memahami bahwa menjadi agen perubahan di masyarakat tidak berarti harus meninggalkan nilai-nilai akhlak.
“Sebaliknya, kekuatan perempuan justru terletak pada kemampuannya menjaga martabat, ilmu, dan kehormatannya di mana pun ia berada,” pungkasnya.
Melalui Halaqah ini, KOPRI PMII AMIK Taruna berharap dapat mencetak kader yang tidak hanya aktif dalam pergerakan secara fisik, tetapi juga matang secara gagasan.
“Perempuan hebat itu lahir dari proses panjang, kedalaman ilmu, dan keberanian untuk terus belajar. Kami ingin kader KOPRI membawa manfaat nyata bagi lingkungan sekitar dengan tetap memegang teguh nilai-nilai agama,” tutup Maulidia.
Kegiatan yang diikuti oleh pengurus dana kader ini diharapkan menjadi pemantik semangat literasi dan diskusi di lingkungan PMII AMIK Taruna, guna melahirkan pemimpin-pemimpin perempuan masa depan yang berintegritas.