JAKARTA (Surau.ID) – Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat terkait ragam tanggapan atas pelaksanaan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026. Acara tersebut sebelumnya digelar di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 orang berjas almamater itu menuai sorotan publik. Pasalnya, sebagian peserta terungkap bukan mahasiswa aktif dan mengaku hadir karena menerima bayaran.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan pihaknya menerima kritik publik secara terbuka. Permohonan maaf tersebut disampaikan secara tertulis di Jakarta pada Sabtu (31/10/2026).
Klarifikasi Kehadiran Tokoh Publik dan Evaluasi Internal
Acara peringatan tersebut turut dihadiri Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad dan kreator konten Willie Salim. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa kehadiran kedua figur publik tersebut murni memenuhi undangan resmi penyelenggara.
Polda Metro Jaya memastikan niat baik para undangan untuk menyemarakkan makna Sumpah Pemuda. Seluruh masukan dari masyarakat akan dijadikan bahan evaluasi mendalam demi perbaikan pelaksanaan kegiatan di masa mendatang.
Menjaga Nilai Persatuan dan Pelayanan Masyarakat
Pihak kepolisian berkomitmen menjadikan insiden ini sebagai pelajaran berharga untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Nilai persatuan Sumpah Pemuda diharapkan tetap menjadi pengingat bersama seluruh elemen bangsa.
“Setiap masukan akan kami jadikan bahan evaluasi agar pelayanan kami terus menjadi lebih baik,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto.
Polda Metro Jaya berjanji akan lebih selektif dan transparan dalam melibatkan elemen masyarakat pada setiap agenda resmi ke depan.