KEDIRI (Surau.ID) – Polres Kediri Kota sukses menggelar Turnamen Esports Kapolres Kediri Kota Cup 2026 yang berlangsung meriah di Kediri Town Square (Ketos). Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 dan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 ini berhasil menarik antusiasme tinggi dengan diikuti oleh total 700 peserta dari kalangan pelajar dan generasi muda.
Wadah Kreativitas dan Bakat Digital
Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim, mengungkapkan bahwa turnamen ini bertujuan menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat di bidang olahraga digital secara positif dan kompetitif. Menurutnya, esports saat ini bukan lagi sekadar permainan, melainkan sarana efektif untuk mengembangkan kreativitas, strategi, kedisiplinan, komunikasi, hingga kerja sama tim.
Antusiasme peserta sangat terlihat dari jumlah pendaftar yang membeludak. Kompetisi ini mempertandingkan berbagai cabang gim populer, meliputi Mobile Legends yang diikuti 44 tim, Free Fire dengan 44 tim, serta FC26 untuk kategori Solo dan Duo yang diikuti oleh 41 peserta. Pihak penyelenggara berharap ajang ini mampu melahirkan atlet-atlet esports potensial yang kelak dapat bersaing di level regional maupun nasional.
Penjaringan Atlet Berbakat dan Apresiasi KONI
Ketua KONI Kota Kediri, Eko Agus Cahyono, memberikan apresiasi penuh atas inisiatif Polri dalam menyelenggarakan kompetisi ini. Ia menilai bahwa ajang tersebut menjadi sarana krusial untuk menjaring bibit atlet berbakat, mengingat esports kini telah menjadi cabang olahraga resmi yang dipertandingkan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
Selain kompetisi digital, Bhayangkari Cabang Polres Kediri Kota turut menghadirkan sisi edukatif bagi anak-anak melalui pertunjukan dongeng wayang karton yang diikuti oleh 130 siswa TK Kemala Bhayangkari. Materi yang diangkat seputar pola makan sehat dan bergizi, yang dikemas secara interaktif oleh Kapolsek Kota Kediri, Kompol Bowo Wicaksono.
Membangun Karakter Generasi Emas
Rangkaian kegiatan ini tidak berhenti pada turnamen dan dongeng saja, tetapi juga mencakup edukasi literasi, sosialisasi penggunaan gawai secara bijak, lomba mewarnai, hingga bazar UMKM. Ketua Bhayangkari Cabang Polres Kediri Kota, Yeni Anggi, menegaskan bahwa pendekatan edukatif menjadi metode yang sangat efektif untuk menanamkan kebiasaan positif serta membentuk karakter anak sejak usia dini.
Melalui sinergi antara olahraga digital dan pendidikan karakter ini, Polres Kediri Kota berupaya mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga sehat dan berkarakter kuat. Seluruh rangkaian acara ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung terciptanya generasi unggul yang siap menyongsong masa depan Indonesia Emas 2045.