MAGELANG (Surau.ID) – Presiden Prabowo Subianto kembali membeli sapi kurban dari peternak asal Kota Magelang, Jawa Tengah, untuk Idul Adha 1447 Hijriah/2026. Sapi jenis limosin berbobot 900 kilogram milik Kasidi (64), warga Kampung Nambangan, Kelurahan Rejowinangun Utara, dipilih sebagai hewan kurban Presiden tahun ini.
Sapi jantan berusia dua tahun itu diberi nama “Bagong” oleh pemiliknya. Nama tersebut diambil dari tokoh punakawan dalam pewayangan Jawa yang identik dengan tubuh besar dan gempal.
“Harapannya bobotnya besar, kayak Bagong. Saya selalu menamai sapi yang saya jual Bagong,” ujar Kasidi saat dihubungi, Senin (11/05/2026).
Pembelian sapi oleh pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara itu menjadi kali kedua bagi Kasidi. Pada Idul Adha tahun sebelumnya, Presiden Prabowo juga membeli sapi jenis metal miliknya dengan bobot 850 kilogram.
Tahun ini, nilai transaksi pembelian sapi kurban tersebut meningkat signifikan. Jika tahun lalu sapi Kasidi dibeli seharga Rp 60 juta, kali ini sapi limosin bernama Bagong disepakati dengan harga Rp 90 juta.
“Untuk Idul Adha nanti sudah deal Rp 90 juta,” kata Kasidi.
Kasidi mengaku membeli sapi tersebut dari Pasar Hewan Muntilan saat berusia 17 bulan dengan harga Rp 25 juta. Selama masa perawatan, sapi diberi pakan khusus berupa campuran ampas tahu, ketela, dan pollard untuk mendukung pertumbuhan bobot tubuhnya.
Selain pakan, perawatan rutin juga dilakukan dengan memandikan sapi sebanyak tiga kali dalam sepekan. Perawatan itu membuat bobot sapi terus meningkat hingga mencapai 900 kilogram.
Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang, Diana Widiastuti, mengatakan Presiden Prabowo akan menyalurkan bantuan sapi kurban ke seluruh daerah di Indonesia pada 2026.
Menurut Diana, salah satu syarat utama sapi kurban Presiden adalah memiliki bobot mendekati satu ton atau menjadi sapi terberat di daerah tersebut.
“Syaratnya adalah sapi yang ada di daerah itu punya bobot sekitar 1 ton atau yang terberat. Sapi limosin dengan bobot 900 kg milik Kasidi merupakan yang paling berat di Kota Magelang,” jelasnya.