PASURUAN (Surau.ID) — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan pengoperasian mesin produksi (Line) 4 milik PT Satoria Aneka Industri di Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/4/2026). Penambahan fasilitas ini meningkatkan kapasitas produksi hingga 230 juta botol infus per tahun dan mengukuhkan perusahaan sebagai produsen infus terbesar di Indonesia.
Peresmian di Desa Sambisirah Selatan itu ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan prasasti. Acara turut dihadiri CEO sekaligus Founder Satoria Group, Alim Satria, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, serta perwakilan Badan POM.
Alim Satria menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil pengembangan perusahaan selama 12 tahun. Ia menegaskan komitmen untuk memperkuat industri kesehatan nasional melalui peningkatan kapasitas produksi.
“Beroperasinya Line 4 membuat kapasitas produksi tahunan kami mencapai 230 juta botol. Ini menjadikan kami sebagai pabrikan infus terbesar di Indonesia,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rencana ekspansi lanjutan dengan pembangunan Line 5 pada 2028 yang ditargetkan mendorong kapasitas hingga 400 juta botol per tahun. Selain itu, perusahaan bersiap melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada 2027 guna memperkuat permodalan.
“Kami juga fokus mengembangkan produk baru seperti infus terapeutik tingkat tinggi dan infus nutrisi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Gubernur Khofifah menilai penguatan industri farmasi dalam negeri menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor. Ia menyebut inisiatif Satoria sebagai bagian dari upaya hilirisasi sektor kesehatan.
“Inisiatif dari PT Satoria Aneka Industri ini adalah bagian dari hilirisasi yang sangat kita butuhkan. Industri farmasi yang kuat akan mempercepat kemandirian nasional,” tuturnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata Khofifah, berencana menjalin kerja sama suplai cairan infus dengan Satoria Pharma. Produk tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan 14 RSUD milik Pemprov Jatim dan diperluas ke seluruh RSUD di 38 kabupaten/kota.
“Kehadiran Line 4 adalah kabar baik. Kami berharap kapasitas produksi yang meningkat ini dapat menjamin ketersediaan cairan infus bagi seluruh rumah sakit di Jawa Timur,” pungkasnya.
Usai peresmian, Khofifah bersama rombongan meninjau fasilitas manufaktur dan proses produksi di Line 4 untuk memastikan standar kualitas yang diterapkan perusahaan.