ISTANBUL (Surau.ID) – Guru Besar Filologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Oman Fathurahman, mempromosikan kekayaan manuskrip tarekat Rifa’iyah Nusantara pada International Joint Seminar di Istanbul, Turki, Minggu (13/9/2026).
Manuskrip kuno beraksara Arab, Melayu, dan Jawa-Pegon tersebut dibahas dalam forum yang diselenggarakan oleh Institute for Sufi Studies Üsküdar University. Kehadiran naskah ini membuktikan peran penting ajaran Islam Nusantara di kancah global.
Makalah yang dipaparkan menunjukkan keberadaan tradisi Rifa’iyah di Indonesia tidak hanya terbatas pada seni pertunjukan lokal. Teks-teks kuno tersebut menjadi jembatan diplomasi budaya yang menghubungkan peradaban Indonesia dan Turki.
Kekayaan Manuskrip Tarekat Rifa’iyah Nusantara
Penelusuran manuskrip mencakup naskah silsilah, ajaran, zikir, hingga ratib yang tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden, Perpustakaan Nasional RI, serta koleksi pribadi masyarakat.
Meski bukan tarekat utama di tanah air, keberadaan dokumen sejarah ini mencerminkan dinamika penerjemahan ajaran tasawuf ke dalam konteks budaya lokal Nusantara.
Peluang Kolaborasi Akademik Global
Simposium internasional ini menghadirkan akademisi dari pelbagai negara seperti Turki, Mesir, Jepang, Prancis, Jerman, hingga Korea Selatan untuk mengaji integrasi ilmu dan tasawuf.
“Muslim Indonesia harus percaya diri memiliki budaya tulisan tangan yang menggambarkan adanya penerjemahan Islam ke dalam bahasa dan konteks budaya lokal di Nusantara,” ujar Prof. Oman Fathurahman, Guru Besar Filologi UIN Jakarta.
Kiprah akademisi Indonesia di forum dunia menjadi sarana strategis untuk mempromosikan kesetaraan peradaban Islam Nusantara di tingkat internasional.