JAKARTA (Surau.ID) – Akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Edi Sugianto, mendesak pemerintah merealisasikan wacana pendidikan gratis secara berkeadilan pada Jumat (25/9/2026) demi masa depan generasi bangsa.
Ia menegaskan, jika program skala besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) mampu berjalan, sektor pendidikan juga harus memperoleh porsi investasi setara.
Keberlanjutan masa depan anak-anak Indonesia sangat bergantung pada kemudahan akses pendidikan yang memadai, mulai dari jenjang PAUD, sekolah dasar, menengah, hingga perguruan tinggi.
Dukungan Setara Sekolah Negeri dan Swasta
Poin krusial lain yang disorot adalah penghentian dikotomi bantuan serta fasilitas antara lembaga pendidikan negeri dan swasta secara menyeluruh di tanah air.
Intervensi negara semestinya tidak dibatasi status kelembagaan, sebab seluruh murid dan guru swasta merupakan bagian dari anak bangsa yang turut mendidik generasi penerus.
Strategi Pelaksanaan dan Investasi Manusia
Mengingat kebutuhan anggaran yang besar, skema pendidikan gratis dapat diterapkan secara bertahap, terukur, serta memprioritaskan keluarga dari golongan ekonomi kurang mampu.
“Jika pemerintah berani menjalankan program besar seperti MBG dan Kopdes, pendidikan juga layak ditempatkan sebagai investasi besar bangsa,” ujar Akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Edi Sugianto.
Pendidikan bukanlah sekadar beban pengeluaran anggaran semata, melainkan fondasi utama investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul.