Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
27 Desember 2025 | 14:40 WIB
Nasional

Program MBG 2026 Mulai Serentak 8 Januari

F MBG 1
Program Makan Bergizi Gratis (Foto: Ist).

 

JAKARTA (Surau.ID) — Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 akan dimulai serentak pada 8 Januari 2026. Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut pemerintah telah menyiapkan sejumlah tahapan awal guna menjamin keamanan pangan dan kelancaran distribusi di seluruh daerah.

Dadan menjelaskan BGN menetapkan beberapa hari sebagai masa persiapan sebelum pelaksanaan MBG secara nasional. Tahap ini berlangsung pada 2, 3, 5, 6, dan 7 Januari 2026. Selama periode tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia diminta memastikan kesiapan operasional.

“MBG akan dimulai secara serempak pada 8 Januari 2026. Sebelumnya, pada tanggal 2, 3, 5, 6, dan 7 Januari 2026 ditetapkan sebagai hari persiapan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia,” kata Dadan dilansir Antara, Sabtu (27/12/2025).

Menurut Dadan, persiapan mencakup kesiapan dapur, sistem distribusi, sumber daya manusia, hingga penguatan standar keamanan pangan. Ia menegaskan aspek higienitas dapur menjadi perhatian utama agar makanan yang disalurkan tetap aman dan layak konsumsi.

Layanan MBG Tetap Berjalan Selama Libur Sekolah

Selain mempersiapkan pelaksanaan 2026, BGN memastikan program MBG pada akhir 2025 tetap berjalan sesuai jadwal. Penyaluran dilakukan pada 26, 27, 29, 30, dan 31 Desember 2025, dengan fokus pada kelompok prioritas.

Dadan menyebut layanan tersebut terutama ditujukan bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita atau kelompok B3. Sementara itu, layanan untuk anak sekolah bersifat opsional dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Untuk anak sekolah sifatnya opsional. Jika ada yang tidak memungkinkan mengambil atau dikirim karena alasan teknis, atau sedang berlibur, itu tidak menjadi masalah. Namun bagi yang membutuhkan, layanan tetap kami berikan,” tuturnya.

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menegaskan pihaknya tidak memaksa siswa datang ke sekolah selama libur hanya untuk mengambil MBG. Ia juga membantah anggapan bahwa penyaluran MBG saat libur bertujuan menghabiskan anggaran.

“Jadi anak-anak tidak dipaksa untuk datang ke sekolah. Silakan saja kalau MBG itu diambil ibunya, ayahnya, atau saudaranya. Kalau misalnya sekolah tidak mau menerima, wali murid juga tidak mau, maka juga tidak apa-apa, dan tidak dipaksa. Jadi, tidak ada yang memaksa anak-anak libur ke sekolah untuk mengambil MBG. Mohon jangan dipelintir,” kata Nanik.

BGN menyadari upaya perbaikan gizi siswa membutuhkan konsistensi jangka panjang. Namun, lembaga tersebut tetap menghormati masa libur sekolah. Karena itu, SPPG membuka opsi bagi sekolah penerima MBG yang ingin tetap mendapatkan layanan selama libur dengan mengajukan permintaan.

“Hidangan MBG akan diantarkan SPPG sesuai dengan permintaan sekolah, dalam bentuk makanan kering,” ujar dia.

Melalui skema ini, BGN berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal pada 2026, sekaligus tetap fleksibel mengikuti kebutuhan sekolah dan masyarakat di berbagai daerah.

Penulis: ZH Rizqiyansyah
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id