KEDIRI (Surau.ID) – Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri tengah bersiap menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026. Pertemuan akbar ini dijadwalkan berlangsung pada 20-22 Juni 2026 mendatang.
Sebagai tuan rumah, pihak pesantren berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi para ulama dan peserta dari seluruh Indonesia. Berbagai fasilitas terus dibenahi, mulai dari penambahan kamar mandi, pemasangan pendingin ruangan, hingga penyediaan transportasi serta penataan ruang sidang komisi di area pesantren.
Sejarah dan Jejak Perjuangan KH Ahmad Djazuli
Pesantren Al-Falah merupakan lembaga pendidikan salaf yang didirikan KH Ahmad Djazuli Utsman pada 1 Januari 1925. Sebelum merintis pesantren ini, KH Djazuli menempuh perjalanan intelektual yang panjang, mulai dari pendidikan di STOVIA hingga berguru di sejumlah pesantren ternama, termasuk menimba ilmu langsung kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari di Pesantren Tebuireng dan KH Ahmad Dimyathi di Pesantren Tremas, Pacitan.
Keteguhan KH Djazuli dalam mendidik santri membuahkan hasil luar biasa. Meski awalnya hanya dimulai dengan 12 orang santri, pesantren ini tumbuh pesat melalui pembangunan asrama dan madrasah secara bertahap. Hingga kini, semangat tradisi ta’lim wa ta’allum tetap dijaga kuat, menjadikan Al-Falah sebagai salah satu mercusuar ilmu agama yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk karakter generasi muda Islam yang alim dan moderat.
Perkembangan Pesantren dan Kaderisasi Ulama
Perjuangan KH Djazuli kini dilanjutkan oleh para dzuriyah yang mengelola berbagai unit pendidikan. Al-Falah kini tidak hanya mempertahankan sistem salaf, tetapi juga mengintegrasikan pendidikan formal melalui Madrasah Islamiyah Salafiyah Riyadlotul ‘Uqul (MISRIU). Saat ini, jumlah santri telah mencapai 13.000 orang, mencakup jenjang Madrasah Ibtidaiyah hingga Ma’had Aly yang diakui negara.
Ma’had Aly Al-Falah bahkan telah mencetak kader ulama dengan spesialisasi Fikih dan Ushul Fikih. Keberhasilan Al-Falah mendidik ribuan santri menjadi bukti nyata dedikasi keluarga besar pesantren dalam menjaga keberlangsungan estafet kepemimpinan umat. Semoga perhelatan Munas-Konbes NU 2026 di lokasi bersejarah ini membawa berkah, melahirkan keputusan-keputusan strategis bagi kemaslahatan bangsa, serta menginspirasi pesantren lainnya untuk terus konsisten dalam mencetak generasi penerus yang berilmu dan berakhlakul karimah.