Surau.ID – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur melalui Lembaga Falakiyah (LF) memastikan hilal tidak terlihat di seluruh titik pemantauan di wilayah Jawa Timur. Rukyatul hilal digelar serentak di 41 lokasi pada Selasa (17/2/2026).
Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Jatim, Syamsul Ma’arif, menyatakan seluruh laporan dari daerah menyebutkan tidak ada satu pun yang berhasil melihat hilal.
“Pelaporan hasil rukyat Lembaga Falakiyah NU se-Jatim di 41 titik lokasi dinyatakan tidak ada laporan hilal terlihat,” ujarnya.
Menurut Syamsul, hasil tersebut telah diteruskan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang digelar pemerintah, sekaligus untuk kepentingan ikhbar PBNU.
“Sehingga diteruskan menjadi bahan masukan dalam sidang itsbat Menteri Agama RI maupun ikhbar PBNU,” tambahnya.
Pemantauan hilal dilakukan di berbagai titik strategis, mulai dari pantai, perbukitan, observatorium, hingga gedung bertingkat. Beberapa lokasi di antaranya Pantai Ngliyep Malang, Pantai Srau Pacitan, Bukit Banjarsari Blitar, Observatorium Jokotole IAIN Madura, hingga Twin Tower UIN Sunan Ampel Surabaya.
Selain itu, rukyat juga dilaksanakan di sejumlah pesantren dan masjid, seperti Ponpes Bayt Al Hikmah Kota Pasuruan, Ponpes Assalafi Al Fithrah Surabaya, Ponpes Dalwa Raci Bangil, serta Masjid Agung Darussalam Mojokerto.
Dengan hasil tersebut, penetapan awal bulan Hijriah selanjutnya menunggu keputusan resmi melalui sidang isbat yang digelar pemerintah pusat.