PROBOLINGGO (Surau.ID) – KH Imdad Rabbani atau yang akrab disapa Ra Ama’ menegaskan penghafal Al-Qur’an memiliki peluang besar berkarier di berbagai bidang ilmu modern, mulai dari ahli kimia, ahli biologi, hingga antropolog, tanpa harus selalu menjadi kiai atau tokoh agama formal.
Pesan itu disampaikan Ra Ama’ saat menerima kunjungan silaturahmi dan studi tabarrukan rombongan Bina Tahfidz MTs Negeri 2 Bondowoso di Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Selasa (19/05/2026). Kegiatan tersebut diikuti 29 siswa kelas akhir dan lima guru pendamping.
“Seorang penghafal Al-Qur’an tidak harus menjadi kiai. Ia dapat menjadi ahli kimia, ahli biologi, ahli antropologi, maupun profesi lainnya, dengan tetap menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” tegas KH Imdad Rabbani di hadapan para siswa dan guru pendamping.
Menurutnya, Al-Qur’an memuat banyak petunjuk bagi perkembangan ilmu pengetahuan, baik ilmu sosial maupun eksakta. Karena itu, para penghafal Al-Qur’an diminta tetap menjadikan nilai-nilai Qurani sebagai pijakan di mana pun mereka melanjutkan pendidikan.
Jangan Berhenti di Hafalan
Ra Ama’ juga mengingatkan agar para siswa tidak cepat merasa puas hanya dengan capaian hafalan. Ia menilai menghafal Al-Qur’an bukan akhir perjalanan, melainkan langkah awal untuk memahami dan mengamalkan isi kandungannya.
“Al-Qur’an adalah petunjuk hidup, namun petunjuk tersebut baru akan benar-benar berfungsi apabila dipahami. Ketika seseorang mampu merenungi maknanya, ia akan merasakan sendiri keindahan yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.
Kepala MTsN 2 Bondowoso, Siti Muthmainnah, mengatakan kunjungan ini bertujuan untuk meminta wejangan sekaligus menjaga semangat para siswa penghafal Al-Qur’an yang rata-rata telah mencapai hafalan 14 juz.
“Kami hadir membawa anak-anak kelas akhir dari program Bina Tahfidz untuk menimba berkah dan memohon bimbingan serta tausiyah dari Gus. Imdad Rabbani. Harapan kami, motivasi yang diberikan dapat menjadi bekal berharga bagi anak-anak yang rata-rata sudah menuntaskan 14 Juz ini agar konsisten menjaga hafalannya di jenjang pendidikan berikutnya,” katanya.
Selain membahas pentingnya memahami Al-Qur’an, Ra Ama’ juga mengajak para siswa memperkuat kepedulian sosial dan menjaga silaturahmi. Ia menekankan kesalehan individu harus berjalan seiring dengan kesalehan sosial di tengah masyarakat.