JOMBANG (Surau.ID) – Ketua Umum PB PMII Muhammad Shofiyulloh Cokro mengajak kader menjadikan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang sebagai momentum refleksi sejarah pada Jumat (28/8/2026).
Momentum ini dinilai sangat tepat untuk menggali kembali akar sejarah berdirinya PMII serta meneladani spirit perjuangan KH Abdul Wahab Hasbullah dalam menggerakkan jam’iyah.
Nilai keteladanan para muassis diharapkan menjadi bekal penting bagi generasi muda NU untuk terus melanjutkan perjuangan dan menjawab berbagai tantangan abad kedua.
Jejak Historis Pondok Pesantren Tambakberas
Tambakberas memiliki keterkaitan historis yang kuat dengan pendirian PMII pada tahun 1960. Saat itu, KH Abdul Wahab Hasbullah yang berasal dari Tambakberas sedang menjabat Rais Aam PBNU.
Kehadiran kader dalam muktamar menjadi ruang memperdalam pemahaman ideologi. Hal ini penting agar konsolidasi gerakan mahasiswa tetap berada pada koridor perjuangan para pendiri.
Komitmen Merawat Jam’iyah Nahdlatul Ulama
Kader PMII memiliki tanggung jawab moral untuk merawat serta menjaga relevansi NU di tengah zaman.
“Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia adalah bagian dari NU, tugas kita yang nguri-nguri jam’iyah ini,” ujar Muhammad Shofiyulloh Cokro, Ketua Umum PB PMII.
Melalui gelaran muktamar ini, kader diajak bergembira dalam kebaikan sambil menyerap teladan perjuangan para kiai serta masyayikh demi kejayaan NU mendatang.