JOMBANG (Surau.ID) – Asosiasi Profesor Muslimat Nahdlatul Ulama (APMNU) meluncurkan tiga produk keilmuan berupa buku, situs web, dan jurnal ilmiah di Muktamar ke-35 NU, Jombang, Jumat (28/8/2026).
Peluncuran ini merupakan ikhtiar nyata untuk memperkuat kontribusi akademik profesor perempuan Muslimat NU dalam sains serta pemberdayaan masyarakat. Inisiatif tersebut mempertegas peran strategis intelektual perempuan di tingkat nasional.
Kehadiran wadah ini memfasilitasi pertukaran gagasan serta kolaborasi riset lintas disiplin. Langkah ini sekaligus membuktikan kapasitas intelektual Nahdlyin dalam menjawab tantangan zaman secara berkelanjutan.
Kekuatan Akademik Lintas Disiplin
APMNU saat ini menghimpun 210 profesor perempuan dari pelbagai rumpun keilmuan di perguruan tinggi Indonesia. Keberagaman bidang studi menjadi fondasi kuat untuk membedah persoalan bangsa melalui pendekatan multidisipliner.
Sinergi riset yang dibangun berfokus pada penyediaan solusi atas tantangan keumatan. Integrasi ilmu keagamaan dan sains modern diharapkan mampu melahirkan karya inovatif yang berdampak luas.
Pengakuan atas Rekor Keilmuan
Gelar apresiasi dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) berhasil diraih atas rekor jumlah profesor terbanyak dan keberagaman ilmu. Forum ilmiah organisasi ini tercatat mencakup hingga 113 cabang disiplin ilmu.
“Dengan begitu kita semangat terus untuk membuktikan kita bisa mengembangkan diri dan bisa bermanfaat buat yang lain,” ujar Ketua APMNU, Prof Hj Amany Lubis.
Pencapaian ini memperkokoh posisi APMNU sebagai pusat keunggulan akademik yang siap mengabdi untuk kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara.