SITUBONDO (Surau.ID) — Perkumpulan Prodi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) Indonesia resmi menggelar Temu Tahunan ke-13 di Utama Raya Beach & Resto, Banyuglugur, Situbondo. Kegiatan nasional yang berlangsung selama tiga hari, Rabu hingga Jumat (22–24 Juli 2026), ini mengusung tema “Menavigasi MPI 5.0: Integrasi Kecerdasan Buatan, Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE), dan Riset Berdampak Menuju Rekognisi Global”.
Sebanyak 98 peserta yang terdiri dari para pimpinan Program Studi (Prodi) MPI dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKN) maupun Swasta (PTKS) se-Indonesia, serta civitas akademika Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton Probolinggo hadir memadati acara pembukaan yang dimulai pukul 19.00 WIB.
Menariknya, suasana pembukaan tampak semarak dan sarat akan kebudayaan nusantara. Para peserta hadir mengenakan busana adat khas daerah masing-masing, melambangkan keanekaragaman dan persatuan insan akademisi MPI se-Indonesia.

Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton Probolinggo bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara pada helatan tahunan kali ini, di bawah pengarahan Direktur Pascasarjana UNUJA, Dr. H. Akmal Mundiri, M.Pd.I.
Mewakili panitia pelaksana, Wakil Rektor III UNUJA sekaligus Ketua Panitia, Prof. Dr. H. Hasan Baharun, M.Pd.I., menyampaikan bahwa persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari demi kelancaran seluruh rangkaian agenda.
“Kegiatan ini disiapkan selama tiga hari. Panitia berupaya mempersiapkan acara ini semaksimal mungkin agar seluruh rangkaian pertemuan dapat berjalan lancar. Rektor UNUJA juga memberikan dukungan penuh agar layanan kegiatan ini sukses dan memberikan kesan mendalam bagi seluruh delegasi,” ujarnya.
Pada perhelatan ke-13 ini, Ketua Umum PP PPMPI, Prof. Dr. Sri Rahmi, M.A., secara resmi meluncurkan kurikulum baru Prodi MPI. Kurikulum ini dirancang untuk menjadi pondasi kokoh dalam merespons tantangan era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan tuntutan integrasi Outcome-Based Education (OBE).
Sementara itu, Rektor UNUJA, Dr. K.H. Najiburrahman, M.A., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi nasional tanpa membeda-bedakan status perguruan tinggi.
Menurutnya, dikotomi antara kampus negeri dan swasta harus segera diakhiri demi kemajuan pendidikan nasional.
“Pendidikan harus mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat. Itulah mengapa kasta tertinggi kampus adalah entrepreneurship university” tegasnya.
Di berbagai belahan dunia, lanjutnya, kampus-kampus maju selalu mengembangkan inovasi dan teknologi yang kemudian digunakan oleh dunia industri, sehingga produk dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Hadir sebagai pembicara utama, Kasubdit Pengembangan Akademik Direktorat PTKI Kemenag RI, Dr. Asro’i, M.Pd., memaparkan serangkaian tantangan krusial yang tengah dihadapi dunia perguruan tinggi Islam saat ini.
Dr. Asro’i menyoroti maraknya usulan pendirian perguruan tinggi baru yang berimbas pada penurunan jumlah penerimaan mahasiswa baru di berbagai kampus, baik negeri maupun swasta.
Selain itu, pesatnya perkembangan AI dinilai belum diimbangi dengan pemanfaatan yang bijak.
“Tantangan pengembangan akademik saat ini adalah AI. Pemanfaatannya sejauh ini masih lebih banyak mengarah pada cheating (kecurangan) dan plagiarisme,” ungkapnya.
Ia juga menepis fenomena komersialisasi pendidikan yang berdampak langsung pada penurunan mutu lulusan.
Ia menyebut terjadinya krisis kompetensi di mana skor akademik formal tidak berbanding lurus dengan kemampuan riil di lapangan.
“Terjadi fenomena inflasi IPK, namun justru mengalami deflasi pada kompetensi. Sebagai gambaran, sekitar 125 ribu guru PAI, baik ASN maupun non-ASN, tercatat belum mampu Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dengan baik,” jelasnya.
Menutup penyampaiannya, Dr. Asro’i menekankan pentingnya relevansi riset terhadap penyelesaian masalah sosial. Meski Indonesia berada di peringkat ke-38 dunia dalam hal jumlah publikasi ilmiah, efektivitas dan kebermanfaatan riset tersebut dalam menjawab persoalan di tengah masyarakat dinilai masih perlu ditingkatkan secara signifikan.
Temu Tahunan PPMPI ke-13 ini diharapkan menghasilkan komitmen bersama serta rumusan strategis bagi penguatan tata kelola, kurikulum, dan arah riset Prodi Manajemen Pendidikan Islam di seluruh Indonesia.