SITUBONDO (Surau.ID) – Ikatan Mahasiswa Santri Salafiyah Syafi’iyah (IKMASS) Situbondo menegaskan bahwa santri memiliki peluang besar untuk mengisi pos strategis di birokrasi dan politik. Hal ini mengemuka dalam talk show bertajuk “Santri bukan hanya cadangan pesantren, tapi juga cadangan pemerintahan” yang digelar di Auditorium Dinas Kesehatan Situbondo, Ahad (10/5/2026).
Acara ini merupakan agenda pra-kondisi menjelang Musyawarah Besar (Mubes) XI IKSASS yang dijadwalkan berlangsung di Bangkalan dalam waktu dekat.
Diskusi ini menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi pemerintahan yang juga berlatar belakang santri, di antaranya: Ulfiyah (Wakil Bupati Situbondo), As’ad Yahya Syafi’i (Wakil Bupati Bondowoso), Hj. Zeiniye (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur), Dr. Hj. Anisatul Hamidah (Kepala BAPPERIDA Bondowoso)
Para tokoh tersebut menekankan bahwa pesantren telah membekali santri dengan pondasi etika, moral, dan kepekaan sosial yang kuat.
Nilai-nilai inilah yang menjadi modal utama bagi santri untuk terjun ke ekosistem pemerintahan demi mengawal pembangunan daerah yang lebih berintegritas.
Ketua Rayon Istimewa IKMASS Situbondo, Sapta Bimantoro, mengungkapkan bahwa forum ini bertujuan memotivasi para kader agar tidak ragu berkiprah di ruang publik.
Menurutnya, pemikiran bahwa santri hanya terbatas pada urusan keagamaan di pesantren harus mulai diubah.
“Santri masa kini harus berani mengambil peran strategis di masyarakat. Kita tunjukkan bahwa nilai-nilai pesantren tetap bisa menjadi kompas utama saat berada di birokrasi maupun politik,” tegasnya.
Kegiatan yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dan alumni pesantren ini berlangsung dinamis. Para peserta tampak kritis menanyakan berbagai tantangan nyata yang dihadapi santri di tengah kerasnya dinamika politik modern saat ini.
Selain menjadi ajang transfer ilmu, pertemuan ini berfungsi sebagai sarana konsolidasi organisasi. IKMASS berupaya memperkuat jaringan alumni sebelum mereka bertolak menuju Mubes XI IKSASS di Bangkalan untuk merumuskan arah gerak organisasi ke depan.