PASURUAN (Surau.ID) – Program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) yang diinisiasi TP PKK Kota Pasuruan sukses mencetak lebih dari 800 alumni sejak diluncurkan pada 2023 lalu, sebagai upaya memberdayakan lansia agar tetap aktif dan produktif.
Memasuki tahun keempat pelaksanaannya, program pendidikan non-formal ini menunjukkan lonjakan peminat yang signifikan, membuktikan tingginya antusiasme warga lanjut usia untuk terus belajar dan berkontribusi bagi lingkungan di sekitarnya.
Selantang dirancang untuk membekali lansia dengan prinsip SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif) melalui kurikulum komprehensif yang mencakup aspek kesehatan mental, manajemen gizi, hingga pengembangan diri seperti kewirausahaan.
Sistem Pendidikan Berjenjang
Pendidikan di Selantang dibagi ke dalam tiga tingkat mulai dari S1, S2, dan S3 yang ditempuh dalam durasi satu tahun per jenjang dengan materi yang progresif. Jenjang S1 berfokus pada kemandirian, S2 pada kasih sayang keluarga, dan S3 pada kepedulian terhadap lingkungan.
Kurikulum yang diberikan sangat aplikatif, mulai dari teknik perawatan tanaman hingga pelatihan public speaking, yang memungkinkan para lansia tetap relevan dan berdaya guna dalam kehidupan bermasyarakat.
Gerakan Sosial Murni Mandiri
Keunikan program ini terletak pada pengelolaan yang sepenuhnya mandiri, di mana para pengajar seperti dokter, profesional, dan akademisi Uniwara memberikan materi secara sukarela tanpa menerima honor maupun transportasi.
“Dosennya mengajar tanpa diberi honor atau transport. Semuanya murni mandiri. Namun keterbatasan ini, sama sekali tidak menghalangi program, untuk terus berkembang dan diminati,” ujar Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Suryani Firdaus.
Keberhasilan formula sukses berbasis komunitas ini kini menjadi rujukan nasional, dengan berbagai daerah seperti Kutai, Tangerang Selatan, hingga Kota Malang melakukan studi banding untuk menduplikasi program tersebut.