Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
16 Februari 2026 | 12:04 WIB
Daerah

Semarak Sambut Ramadhan, MI Walisongo 1 Gelar Lomba Tung-Tung Sahur

WhatsApp Image 2026 02 16 at 08.33.48
Siswa MI Walisongo 1 Banyuanyar Tengah dengan antusias memainkan bambu modifikasi dalam lomba Tung-Tung Sahur sebagai upaya melestarikan tradisi lokal untuk menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H. (Foto: Surau.ID/Ist)

 

PROBOLINGGO (Surau.ID) – Suasana halaman MI Walisongo 1 Banyuanyar Tengah tampak berbeda pada Senin pagi (16/02/2026). Para siswa berkumpul dengan membawa bambu yang sudah dimodifikasi menjadi alat bunyi. Mereka tengah bersiap mengikuti lomba Tung-Tung Sahur, sebuah tradisi membangunkan sahur yang dikemas dalam ajang kreativitas siswa guna menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H.

Kegiatan ini berlangsung meriah, di mana setiap kelas mengirimkan perwakilannya untuk menampilkan aransemen musik patrol khas lokal. Bunyi bambu menciptakan harmoni yang membangkitkan semangat religius di lingkungan madrasah.

Kepala sekolah MI Walisongo 1, Mutmainnah, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan biasa. Menurutnya, ada misi edukasi dan pelestarian budaya di balik suara nyaring tung-tung tersebut.

“Kami ingin anak-anak merasakan kegembiraan menyambut Ramadhan dengan cara yang positif. Tujuan utama lomba Tung-Tung Sahur ini adalah mengenalkan kembali tradisi lokal yang mulai tergerus oleh alarm gadget. Kami ingin mereka tahu bahwa membangunkan orang sahur adalah syiar yang penuh nilai sosial,” ujar Mutmainnah di sela-sela acara.

Ia berharap melalui kegiatan ini, karakter disiplin dan kerjasama tim para siswa dapat terbentuk. “Semangat Ramadhan ini masuk ke hati mereka sejak dini, sehingga mereka menjalankan ibadah puasa nanti dengan penuh suka cita, bukan beban,” harapnya.

WhatsApp Image 2026 02 16 at 08.33.48 (1)
Siswa MI Walisongo 1 Banyuanyar Tengah tampak antusias memainkan aransemen musik patrol menggunakan bambu modifikasi dalam lomba Tung-Tung Sahur untuk melestarikan tradisi lokal menyambut Ramadhan 1447 H. (Foto: Surau.ID/Ist)

Senada dengan Kepala Madrasah, Ketua Yayasan Tarbiyatul Islam (YTI) Walisongo, Ahmad Ubaidillah, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif kreatif ini. Ia menilai madrasah harus menjadi benteng terakhir dalam menjaga tradisi Islam Nusantara.

Pihak yayasan, lanjutnya, sangat mendukung penuh kegiatan kreatif seperti ini. Ini adalah bentuk dakwah kultural. Kita tidak hanya mengajarkan teori puasa di dalam kelas, tapi juga menghidupkan syiarnya di lapangan.

“Semoga MI Walisongo 1 terus konsisten mencetak generasi yang cerdas secara akademik namun tetap memegang teguh akar budaya santri,” tegas Ahmad Ubaidillah.

Lomba yang berlangsung sejak pagi dengan penuh riang gembira. Kemeriahan ini sekaligus menandai kesiapan seluruh keluarga besar MI Walisongo 1 Banyuanyar Tengah dalam memasuki bulan penuh berkah yang tinggal menghitung hari.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id