JOMBANG (Surau.ID) – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengajak kader perempuan PMII untuk berani mengambil peran strategis di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, Rabu, 27 Agustus 2026.
Dalam acara Wonder Initiative Camp yang diselenggarakan oleh PB Kopri PMII, Ning Lia menegaskan pentingnya membangun kapasitas, identitas, popularitas, serta integritas secara bersamaan di ruang publik maupun kancah politik.
Kader perempuan didorong untuk aktif sebagai produsen gagasan kreatif di ekosistem digital serta tidak terjebak pada standar kecantikan populer, melainkan bangga dengan identitas khas perempuan Nahdliyin yang berilmu.
Penguatan Kapasitas dan Strategi Digital
Dalam pemaparannya yang inspiratif, popularitas harus selalu berjalan beriringan dengan kecerdasan, dedikasi, serta integritas tinggi agar mampu mewakili kepentingan masyarakat secara luas secara optimal dan sangat bertanggung jawab.
Di era modern yang serba kompetitif ini, kader dituntut cerdas memanfaatkan strategi digital Gen Z agar pesan positif yang disampaikan dapat memikat audiens dalam tiga detik pertama.
Peran Strategis Perempuan Muda
Ketua PB Kopri PMII, Wulansari Aliyatus Sholihah, menyatakan bahwa kegiatan pembinaan strategis ini diharapkan mampu mencetak calon pemimpin masa depan yang tangguh menghadapi dinamika demokrasi serta perubahan global.
“Kalau perempuan sudah mewakili perempuan, jangan lagi hanya bicara gender. Isunya adalah bagaimana kita membangun identitas, kapasitas, dan dedikasi,” ujar Lia Istifhama, Anggota DPD RI Jawa Timur.
Sinergi lintas tokoh nasional dan daerah yang hadir dalam kegiatan ini memperkuat komitmen bersama dalam mendorong kemajuan kualitas sumber daya manusia perempuan muda Islam di Indonesia secara berkelanjutan.