JAKARTA (Surau.ID) – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Ahmad Muzani, menyatakan bahwa Pancasila lahir dari pengalaman sejarah, kebudayaan, agama, dan kearifan yang hidup di tengah masyarakat Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Sidang Tahunan MPR Tahun 2026 dan Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (14/8/2026) pagi.
Pancasila dan Komitmen Pemberantasan Korupsi
Dalam pidatonya, Ahmad Muzani menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus terlihat nyata dalam berbagai aspek kehidupan bernegara.
“Pancasila harus terlihat nyata dalam cara negara melindungi rakyatnya, dalam cara hukum ditegakkan, termasuk dalam upaya memberantas korupsi yang kini telah menjadi prioritas, dalam cara kekayaan nasional dikelola, serta dalam cara kita bersatu di tengah perbedaan,” ujar Muzani.
Ia juga menambahkan bahwa ketahanan dan kemajuan Indonesia selama ini bersumber dari kekuatan rakyat yang bersatu serta memandang Indonesia sebagai rumah bersama yang layak diperjuangkan.
Kehadiran Tokoh Nasional dan Pembukaan Sidang
Berdasarkan laporan daftar hadir dari Sekretariat Jenderal MPR, sidang tersebut dihadiri oleh 629 dari total 732 anggota MPR yang terdiri atas anggota DPR dan DPD, sehingga telah memenuhi syarat ketentuan tata tertib untuk dibuka.
Sidang Tahunan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional, di antaranya Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Presiden ke-7 Joko Widodo, serta para mantan wakil presiden seperti Jusuf Kalla, Boediono, dan KH Ma’ruf Amin.