JAKARTA (Surau.ID) – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian 121 kebijakan transformatif selama 21 bulan masa pemerintahannya, yang resmi dipaparkan dalam Sidang Tahunan MPR RI di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Pemerintahan Prabowo berhasil menuntaskan berbagai persoalan kompleks negara dalam 663 hari kerja. Langkah ini merupakan perwujudan nyata dari komitmen pemerintah dalam menuntaskan kesulitan rakyat melalui kerja keras dan gotong royong.
Capaian strategis ini mencakup sektor pangan dan energi, termasuk swasembada delapan komoditas utama dan kemandirian solar. Pemerintah juga melakukan perbaikan masif pada 71.744 sekolah serta memperluas akses layanan kesehatan gratis bagi 108 juta penduduk Indonesia.
Capaian Strategis Pangan dan Energi
Pemerintah Indonesia berhasil mencapai swasembada beras, jagung, gula, dan protein hewani lebih cepat dari jadwal. Kebijakan ini didukung penghapusan 145 aturan pupuk yang efektif meningkatkan efisiensi nasional.
Kemandirian energi juga terwujud melalui penggunaan biodiesel B50. Kebijakan ini menghentikan impor solar sejak Juli 2026 dan berhasil menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun, memperkuat stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global.
Fondasi Masa Depan Indonesia
Pembangunan yang dilakukan saat ini bukan sekadar untuk mengejar target jangka pendek, melainkan upaya meletakkan landasan kokoh bagi cita-cita Indonesia Emas. Fokus pemerintah tetap pada pengentasan kemiskinan dan penegakan hukum.
“Kita tidak bekerja dan membangun untuk satu masa jabatan. Kita membangun untuk satu zaman. Kita membangun untuk satu abad Indonesia,” ujar Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya.
Komitmen untuk terus berbenah menjadi prioritas utama. Pemerintah menegaskan bahwa sisa tantangan, termasuk pemberantasan korupsi dan penertiban pertambangan ilegal, akan diselesaikan dengan integritas tinggi demi kepentingan seluruh rakyat Indonesia yang mendambakan kemajuan serta kesejahteraan yang merata di seluruh pelosok negeri.