Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
10 Maret 2026 | 04:55 WIB
Nasional

Siswi Nias Curhat ke Prabowo Ingin Kuliah Kedokteran, Terkendala Biaya

Siswi Nias
Presiden Prabowo Subianto melakukan dialog langsung dengan para kepala daerah, aparat, dan masyarakat dari berbagai wilayah melalui konferensi video dari kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 9 Maret 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

 

NIAS (Surau.ID) – Presiden Prabowo Subianto berdialog dengan seorang siswi asal Nias, Sumatera Utara, bernama Yamisa Zebua dalam sebuah pertemuan yang kemudian ramai diperbincangkan. Dalam kesempatan itu, Yamisa menyampaikan keinginannya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, meski terkendala kondisi ekonomi keluarga.

Di hadapan Prabowo, Yamisa mengungkapkan harapannya agar dapat terus menempuh pendidikan setelah lulus sekolah. Ia mengaku orang tuanya tidak memiliki kemampuan finansial untuk membiayai kuliah.

“Saya ingin melanjutkan studi tapi orang tua saya tidak mampu pak, orang tua saya tidak mampu. Saya ingin melanjutkan studi di perguruan tinggi,” kata Yamisa, dilihat dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/3).

Ketika ditanya mengenai jurusan yang ingin dipilih, Yamisa menyebut cita-citanya menempuh pendidikan di bidang kedokteran.

“Di kedokteran pak,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Prabowo membuka peluang bagi Yamisa untuk mengikuti proses seleksi terlebih dahulu sebagai syarat melanjutkan studi.

“Kedokteran. Ya sudah nanti kamu nanti dites ya,” kata Prabowo.

Dalam dialog tersebut, Yamisa juga berharap tiga temannya yang turut hadir dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Iya pak, sekalian teman-teman saya yang tiga orang ini ingin melanjutkan studi pak,” kata Yamisa.

Prabowo menyatakan kemungkinan tersebut terbuka, namun menekankan pentingnya keseriusan belajar.

“Iya, insya Allah semua ya. Tapi harus belajar yang benar ya. Nilainya harus bagus ya. Jangan pacaran dulu. Iya katanya mau studi,” kata Prabowo.

Ia kemudian meminta aparat setempat mencatat nama Yamisa untuk ditindaklanjuti.

“Iya nanti danrem coba catat ya, karena dia bagaimana pun dia punya keberanian dan punya leadership kemarin itu. Langsung lapor ke saya lewat TikTok ya,” lanjutnya.

Prabowo juga meminta agar nama teman-teman Yamisa didata.

“Yamisa Zebua, nanti teman-temanmu dicatat lagi juga nama-namanya ya. Belajar yang benar ya. Salam orang tua,” kata Prabowo.

Viral Berawal dari Video TikTok

Yamisa sebelumnya sempat menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial TikTok. Dalam video tersebut, ia menyampaikan keluhan mengenai akses menuju sekolah yang harus melewati sungai.

Setelah video tersebut ramai dibicarakan, pemerintah kemudian membangun jembatan bailey di Desa Sifalago, Nias. Infrastruktur itu mempermudah para siswa untuk menyeberang menuju sekolah dengan lebih aman.

Prabowo pun mengingat kembali momen saat pertama kali melihat video Yamisa tersebut.

“Saya ingat nih, wajah-wajah yang dulu viral ya, yang di pinggir sungai kan dulu. Yang basah ya,” kata Prabowo.

Yamisa menyampaikan apresiasi atas pembangunan jembatan tersebut yang kini membantu aktivitas para siswa.

“Izin pak Presiden, terima kasih atas semua bantuan yang telah bapak berikan kepada kami. Sekarang kami tidak membuka sepatu lagi kalau kami pergi ke sekolah. Sekali lagi terima kasih bapak Presiden,” ujar Yamisa.

Prabowo juga menyinggung keberanian Yamisa menyampaikan keluhan secara langsung melalui media sosial hingga akhirnya mendapat perhatian pemerintah.

“Berani sekali kau teriak-teriak ke Presiden ya,” seloroh Prabowo.

“Tapi justru karena kau teriak-teriak, aku langsung dengar. Alhamdulillah terima kasih, oke bagus. Ini ada bakat jadi pemimpin yang baik ini Yamisa ini,” kata Prabowo.

Harap Program MBG Segera Masuk

Dalam dialog tersebut, Yamisa juga menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum menjangkau sekolahnya.

“Tentang MBG pak. MBG-nya masih belum sampai di sekolah kami. Orang tua kami tidak mampu membiayai makanan kami,” kata Yamisa.

Mendengar hal itu, Prabowo langsung menanyakan kepada pemerintah daerah terkait pelaksanaan program tersebut.

“Pak Bupati, gimana? Tapi ada yang bilang MBG nggak perlu, katanya MBG nggak bagus,” ujar Prabowo.

Yamisa pun menanggapi pernyataan tersebut.

“Siapa bilang, itu bohong pak. Bohong,” kata Yamisa.

Prabowo menyatakan akan mengupayakan agar program tersebut segera menjangkau sekolah di daerah tersebut.

“Oke kita perjuangkan ya supaya segera MBG sampai ke sana,” kata Prabowo.

Ia juga menyinggung adanya kritik terhadap program tersebut.

“Terima kasih, jadi kalian merasakan perlu MBG ya? Tapi banyak ada orang pintar-pintar di Jakarta mengatakan nggak perlu MBG katanya. MBG buang-buang uang katanya,” ujarnya.

Selain persoalan makanan bergizi, Yamisa juga menyampaikan keluhan mengenai kondisi infrastruktur di daerahnya, termasuk jalan menuju sekolah.

“Pak izin, mau mengeluh lagi. Jalan kami dari Kecamatan Gomo menuju Boronadu jalannya semuanya hancur. Kami ingin dibangun pak. Tolong kepada bapak Presiden,” kata Yamisa.

Ia juga mengungkapkan kondisi bangunan sekolahnya yang mengalami kerusakan.

“Dan begitu juga gedung kami di SMK Negeri 1 Boronadu semua pada roboh pak. Begitu juga lapangannya pak. Saya ingin dibangun. Mohon ada perhatian khusus untuk kami,” ujarnya.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Prabowo mengatakan pemerintah akan berupaya menindaklanjuti permintaan itu.

“Iya, kita berjuang. Terima kasih,” kata Prabowo.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id