JEMBER (Surau.ID) – Alya Kamalia Azzahra, siswi TK Bina Anaprasa Nuris Jember, mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih juara pertama dalam Lomba Tahfidz tingkat Karesidenan Besuki yang diselenggarakan oleh PK Organizer, Jumat (19/6/2026).
Gadis kecil ini menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menghafal surat-surat pendek, doa harian, dan melantunkan ayat suci dengan tartil. Keberhasilannya mengungguli peserta lain membuktikan dedikasi dan ketekunan belajarnya sejak dini.
Dukungan penuh dari orang tua dan guru menjadi kunci utama di balik kesuksesan Alya. Setiap malam, ia konsisten mengulang hafalannya, sehingga kemampuannya semakin tajam dan tidak mudah lupa saat tampil di hadapan dewan juri.
Rutin Mengulang Hafalan
Kebiasaan Alya mengulang hafalan di sekolah dan rumah membuat hafalannya sangat kuat. Surat An-Nas, Al-Ikhlas, dan Al-Fil adalah beberapa hafalan favorit yang sering ia lantunkan dengan penuh percaya diri dan fasih.
Alya tidak merasa takut atau gugup saat mengikuti perlombaan karena ia telah terbiasa berlatih secara disiplin. Pengalaman berkompetisi ini memberinya keberanian untuk terus mengasah mental serta memperluas pertemanan dengan sesama pecinta Al-Quran.
Cita-Cita Menjadi Dokter Hafizah
Alya memiliki visi mulia yakni menjadi dokter sekaligus penghafal Al-Quran, yang menjadi motivasi baginya untuk terus belajar. Impian besar ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi banyak anak di Indonesia.
“Saya senang, tidak menyangka bisa menang, bangga, dan bahagia,” ujar Alya Kamalia Azzahra, siswi berprestasi tersebut. Semangatnya untuk terus menambah hafalan dan mengikuti berbagai perlombaan di masa depan patut diapresiasi oleh seluruh pihak.
Keberhasilan Alya membuktikan bahwa usia dini bukanlah penghalang untuk mencapai prestasi luar biasa jika disertai niat yang kuat. Semoga langkah Alya dalam menjaga ayat-ayat suci dapat terus konsisten hingga ia dewasa nanti.
Harapannya, kisah inspiratif ini mampu memotivasi lebih banyak anak-anak di Indonesia untuk semakin mencintai Al-Quran sejak berada di bangku taman kanak-kanak, sehingga tercipta generasi Qurani yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki cita-cita yang tinggi bagi masa depan bangsa.