Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
08 Januari 2026 | 08:39 WIB
Daerah

SPPG Pertama di Sumberasih Resmi Beroperasi, Jadi Sentral MBG Empat Desa di Probolinggo

Lumii 20260108
Wabup Probolinggo, Fahmi Abdul Haq meresmikan SPPG Pertama di Kecamatan Sumberasih. (Foto: Times Indonesia)

 

Probolinggo (Surau.ID) – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ghalea Inara resmi beroperasi di Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Rabu (7/1/2025). Fasilitas ini menjadi SPPG pertama di kecamatan tersebut dan diproyeksikan menopang pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di empat desa.

Pemerintah menyiapkan dapur gizi ini sebagai pusat distribusi makanan bergizi bagi anak sekolah dan ibu hamil. Kehadirannya sekaligus memperkuat langkah daerah dalam menekan angka stunting di wilayah pesisir Probolinggo.

Peresmian SPPG Ghalea Inara berlangsung di Jalan Masjid Baitussalam, Desa Jangur. Wakil Bupati Probolinggo Fahmi Abdul Haq hadir langsung bersama Anggota DPR RI Komisi XIII Anwar Sadad.

Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Sumberasih, kepala desa, kepala puskesmas, serta mitra pengelola turut menyaksikan peresmian tersebut. Kehadiran lintas sektor ini menandai dukungan bersama terhadap pelaksanaan program prioritas nasional di tingkat desa.

Kepala SPPG Ghalea Inara, Yenny Haryani, menyebut dapur gizi ini menjadi titik awal distribusi MBG di Kecamatan Sumberasih. “Kami mohon bimbingan dan dukungan semua pihak agar program ini berjalan lancar dan memberi manfaat maksimal,” ujar Yenny, dilansir Times Indonesia.

Ia menegaskan keberhasilan MBG sangat bergantung pada sinergi antar desa, puskesmas, serta aparat TNI dan Polri. Koordinasi lintas lembaga dinilai krusial untuk menjaga kualitas, ketepatan sasaran, dan keberlanjutan layanan.

Produksi Ribuan Porsi per Hari

Secara operasional, SPPG Ghalea Inara menargetkan produksi lebih dari 2.000 porsi makanan bergizi setiap hari. Distribusi MBG akan menjangkau Desa Jangur, Sumurmati, Mentor, dan Sumberbendo.

Pengelola masih menyelesaikan pemetaan jumlah sekolah penerima serta penjadwalan operasional penuh. Proses ini dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan efisien dan sesuai kebutuhan masing-masing desa.

Wakil Bupati Probolinggo Fahmi Abdul Haq menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap program tersebut. “Program ini sangat penting karena menyentuh kebutuhan paling dasar, yakni gizi anak-anak dan ibu hamil. Kami berharap tidak ada lagi anak Probolinggo yang kekurangan gizi,” tegasnya.

Dorong Ekonomi Lokal Desa

Selain berdampak pada kesehatan, Fahmi mendorong SPPG berperan sebagai penggerak ekonomi lokal. Ia meminta pengelola memprioritaskan bahan pangan dari warga sekitar.

“Kalau bisa, bahan-bahannya dari warga sekitar. Supaya ekonomi desa ikut bergerak, kesejahteraan meningkat,” tambahnya. Saat ini, realisasi pembangunan SPPG di Kabupaten Probolinggo masih di bawah 50 persen dari target lebih dari 100 unit.

Anggota DPR RI Anwar Sadad menilai MBG menyentuh tujuan fundamental negara. “Yang dikejar bukan gratisnya, tapi gizinya. Anak-anak harus masuk sekolah dalam kondisi perut kenyang dan sehat agar bisa fokus belajar,” tandasnya.

Berdirinya SPPG pertama di Kecamatan Sumberasih mempertegas komitmen Kabupaten Probolinggo dalam pemenuhan gizi anak. Langkah ini diharapkan mempercepat penurunan stunting sekaligus memperkuat kualitas generasi masa depan.

Penulis: ZH Rizqiyansyah
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id