JAKARTA (Surau.ID) — Jurnalis Spanyol, Raul Varela, menilai perdebatan mengenai Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi tidak seharusnya diwarnai upaya merendahkan salah satu pihak. Pernyataan itu disampaikan setelah Ronaldo menunjukkan respons positif dengan membantu Portugal meraih kemenangan besar pada laga kedua Grup K Piala Dunia 2026.
Ronaldo sebelumnya menjadi sorotan usai penampilannya dinilai kurang maksimal saat Portugal ditahan Republik Demokratik Kongo 1-1 pada pertandingan pembuka. Pada laga tersebut, kapten Selecao das Quinas dianggap gagal memberikan pengaruh signifikan bagi timnya.
Penampilan itu memicu kritik terhadap pemain berusia 41 tahun tersebut. Sejumlah pihak bahkan menilai Ronaldo sudah tidak lagi berada pada level terbaiknya, sementara Lionel Messi kembali mendapat sorotan berkat performa impresif bersama Argentina.
Messi membuka kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan mencetak hat-trick saat Argentina mengalahkan Aljazair pada laga pertama Grup J. Kapten La Albiceleste kemudian menambah dua gol ketika Argentina menundukkan Austria 2-0 pada pertandingan kedua.
Namun, Ronaldo menjawab kritik tersebut pada laga berikutnya. Saat Portugal menghadapi Uzbekistan di Stadion Houston, Rabu (24/6/2026), pagi WIB, ia mencetak dua gol dan membantu timnya meraih kemenangan telak 5-0.
Bagi Varela, hampir seluruh pemain bintang telah menunjukkan kualitas mereka masing-masing di Piala Dunia 2026. Karena itu, ia menilai tidak perlu membandingkan Messi dan Ronaldo dengan cara merendahkan salah satu di antaranya.
“Tidak ada lagi pemain top tersisa yang belum menunjukkan setidaknya satu performa luar biasa,” sebut Varela, dilansir dari Marca.
Ia juga menegaskan bahwa Messi layak mendapat pengakuan sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa. Meski demikian, ia menilai Ronaldo tetap memiliki tempat istimewa karena mampu bersaing dengan Messi di level tertinggi selama bertahun-tahun.
“Jika Messi adalah pesepak bola terbaik dalam sejarah, dan memang begitulah kenyataannya, Cristiano menempati medali perak jauh di depan yang lain karena dialah satu-satunya yang mampu menantang dominasi Lionel selama beberapa musim,” katanya.
“Saya tidak pernah memahami ambisi yang menggebu-gebu untuk mempermalukannya demi membela rival olahraga abadinya.”