JAKARTA (Surau.ID) – Pengurus Besar KOPRI PMII mengungkapkan Nahdlatul Ulama menghadapi tantangan besar untuk tetap relevan di hadapan generasi muda dalam menghadapi bonus demografi.
Muktamar ke-35 NU menjadi momentum penting bagi kepemimpinan baru untuk merumuskan arah organisasi agar tidak sekadar besar, tetapi juga memberikan manfaat nyata.
Ketua Umum KOPRI PB PMII Wulansari Aliyatus Sholikhah menegaskan bahwa pandangan terhadap generasi muda harus bergeser dari sekadar masa depan menjadi bagian dari NU saat ini.
Perubahan iklim serta tingginya tingkat urbanisasi perkotaan menjadi tantangan serius bagi basis sosial NU yang selama ini bertumpu pada masyarakat pedesaan.
Kepemimpinan mendatang harus mampu menyiapkan strategi adaptasi menghadapi pergeseran demografi dan geografis ketika mayoritas penduduk berpindah ke kawasan perkotaan.
Generasi Z dan kalangan muda perkotaan menuntut pendekatan baru dari NU, termasuk dalam merespons isu kesehatan mental serta pemanfaatan kecerdasan buatan.
“Climate change menjadi salah satu concern-nya anak muda NU sekarang,” ujar Ketua Umum KOPRI PB PMII Wulansari Aliyatus Sholikhah dalam program Cakap-Cakap di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Koneksi dengan generasi muda yang berada di luar ekosistem pesantren perlu diperkuat melalui ruang digital agar nilai-nilai keagamaan moderat dapat tersampaikan secara luas.