JOMBANG (Surau.ID) – Arif Hidayat menempuh perjalanan sepeda selama 14 hari dari Sumatera Selatan menuju Jombang, tiba pada 19 Agustus 2026, untuk menghadiri Muktamar ke-35 NU.
Aksi inspiratif dilakukan Makhsun Arif Hidayat (56), seorang kader senior Banser asal Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, yang akrab disapa Ndan Arif. Ia mengayuh sepeda sejauh ribuan kilometer melintasi Pulau Sumatera hingga Jawa demi bisa sampai di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Persiapan matang telah dilakukannya sejak lima bulan sebelum lokasi muktamar ditetapkan. Di sepanjang perjalanan, ia disambut hangat serta mendapat pengawalan dari sesama kader NU, Ansor, dan Banser di berbagai daerah.
Perjalanan Panjang Didukung Solidaritas Kader
Setibanya di Jakarta, Ndan Arif bahkan sempat dilepas secara langsung oleh Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin di Markas Komando PP GP Ansor Pusat. Dukungan moral dari ranting hingga wilayah tersebut menjadi tambahan tenaga baginya di tengah kelelahan fisik.
Setibanya di Tambakberas pada Rabu, 19 Agustus 2026, kedatangannya disambut langsung oleh para cucu pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah beserta jajaran Banser setempat.
Keteladanan Pahlawan Nasional Dan Harapan Muktamar
Setibanya di lokasi, ingatan Ndan Arif langsung tertuju kepada sosok KH Abdul Wahab Chasbullah yang dinilainya memiliki jasa sangat besar bagi perjuangan NU.
“Saya berharap muktamar berjalan damai dan melahirkan pemimpin PBNU yang istiqamah. Pemimpin yang bisa mengayomi jam’iyah sampai ke bawah, sampai ke warga Nahdliyin di akar rumput,” ujar Ndan Arif.
Perjalanan epik ini membuktikan bahwa khidmah dan pengabdian kepada Nahdlatul Ulama dapat diwujudkan melalui cara dan ketulusan apa pun.