JAKARTA (Surau.ID) — Kepindahan ke Manchester United ternyata bukan sesuatu yang diperkirakan Youri Tielemans pada musim panas 2026. Setelah sebelumnya dua kali gagal mencapai kesepakatan dengan Setan Merah, gelandang Belgia berusia 29 tahun itu akhirnya resmi meninggalkan Aston Villa setelah MU menebus klausul pelepasannya senilai 35 juta poundsterling.
Transfer tersebut diumumkan tiga hari setelah Belgia tersingkir dari Piala Dunia 2026. Belgia dihentikan Spanyol pada babak perempat final yang berlangsung 11 Juli, sebelum Tielemans kemudian diperkenalkan sebagai pemain anyar Manchester United pada 14 Juli.
Tielemans mengungkapkan bahwa dirinya sempat dua kali berkomunikasi dengan Manchester United, masing-masing pada 2019 dan 2022. Namun, pembicaraan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan sehingga ia memilih tetap tenang dan melanjutkan kariernya bersama Aston Villa.
“Saya sempat dua kali berbicara dengan klub (MU), tapi tak tercapai apapun jadi saya hanya bersikap tenang soal itu,” kata Tielemans, dikutip dari Sky Sports.
Dalam proses transfer kali ini, agen Tielemans lebih banyak menangani pembicaraan dengan Manchester United. Sang pemain sendiri memilih fokus membela Belgia di Piala Dunia 2026 dan tidak terlalu memikirkan kemungkinan meninggalkan Villa.
“Agen sayalah yang banyak mengurus hal itu, saya lebih fokus pada Piala Dunia yang merupakan momen besar bagi saya. Baru ketika tawaran itu diterima dan dianggap layak, saya diberi tahu,” lanjutnya.
Tielemans juga mengaku tidak terlalu berharap mendapat tawaran untuk meninggalkan Aston Villa. Ia sebelumnya baru saja membantu klub tersebut meraih trofi Liga Europa, sebuah pencapaian penting setelah menjalani sejumlah musim di Premier League.
“Sejujurnya, saya tidak terlalu berharap pergi dari Villa. Saya hanya fokus pada sepak bola dan Piala Dunia, serta berusaha tampil sebaik mungkin untuk negara saya. Namun, di setiap musim panas, segala sesuatu bisa saja terjadi,” tuturnya.
Kepindahan ini sekaligus menjadi kesempatan Tielemans untuk bergabung dengan salah satu klub besar Premier League setelah delapan tahun berkarier di kompetisi kasta tertinggi Inggris. Meski demikian, ia menegaskan tidak pernah merasa kehilangan kesempatan untuk bergabung dengan klub besar.
“Tidak juga, karena saya tahu bahwa di Villa kami melakukan hal-hal luar biasa,” jelasnya.
“Kami berhasil memenangi Liga Europa, pencapaian yang luar biasa bagi klub, namun masih ada klub-klub yang posisinya di atas Aston Villa, dan Manchester United adalah salah satunya.”
Tielemans juga menyampaikan apresiasi kepada Aston Villa yang menurutnya berperan penting dalam mengembalikan performa terbaiknya. Ia berharap suasana positif yang dirasakannya di Manchester United dapat menjadi awal untuk meraih pencapaian baru.
“Aston Villa adalah klub yang hebat dan saya sangat berutang budi kepada mereka. Mereka telah mengembalikan performa terbaik saya, jadi saya sangat bersyukur,” tutupnya.