PROBOLINGGO (Surau.ID) – Ratusan umat Hindu suku Tengger di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, melaksanakan persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Randu Agung pada Sabtu (27/06/2026) dengan penuh khidmat.
Perayaan yang jatuh tepat sepuluh hari setelah Hari Raya Galungan ini menjadi momen penting bagi masyarakat Hindu untuk menutup rangkaian hari suci sekaligus mengantarkan arwah leluhur kembali ke surga loka. Sejak pagi hari, sekitar 150 umat yang mengenakan pakaian adat bernuansa hitam dan putih telah memadati area pura, tidak hanya dari warga Desa Sapikerep tetapi juga dihadiri umat dari Kecamatan Sumber.
Prosesi upacara dipimpin oleh Manggala Upacara atau Romo Mangku, yang diawali dengan persembahyangan bersama serta pemberian tirta atau air suci kepada seluruh umat yang hadir. Dalam rangkaian acara tersebut, setiap umat juga menerima gelang tridatu yang terdiri dari warna merah, putih, dan hitam, yang melambangkan tiga fase utama dalam kehidupan manusia, yaitu kelahiran, kehidupan, dan kematian.
Refleksi Spiritual dan Kemenangan Dharma
Hari Raya Kuningan dimaknai sebagai puncak kemenangan dharma melawan adharma, yang diwujudkan melalui upaya pengendalian diri untuk menaklukkan sifat-sifat buruk. Umat diajak untuk senantiasa menjalani kehidupan dengan penuh kebaikan agar dapat memberikan kebermanfaatan yang nyata bagi masyarakat luas maupun lingkungan sekitar.
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi spiritual bagi komunitas Hindu Tengger untuk memperkuat kedekatan dengan Sang Pencipta. Melalui doa-doa yang dipanjatkan, mereka berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara perilaku individu dengan harmoni kehidupan sosial di tengah masyarakat.
Permohonan Keselamatan dan Kesejahteraan Alam
Selain sebagai ungkapan rasa syukur, persembahyangan ini secara khusus ditujukan untuk memohon keselamatan, kesehatan, serta kesuburan alam semesta. Mengingat sebagian besar masyarakat suku Tengger menggantungkan hidup pada sektor pertanian, doa untuk kesuburan tanah menjadi bagian yang sangat esensial agar hasil panen tetap melimpah dan membawa kesejahteraan bagi keluarga serta lingkungan.
“Kami juga memohon agar seluruh umat diberikan kesehatan, keselamatan, dan alam tetap subur sehingga membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Desa Sapikerep, Rujiyanto, dalam kesempatan tersebut.
Dengan semangat yang tulus, perayaan Kuningan tahun ini diharapkan mampu membawa kedamaian bagi seluruh umat, serta mempererat tali persaudaraan antarwarga di tengah harmonisnya kehidupan di kawasan lereng pegunungan.