MALANG (Surau.ID) – Program Diploma Kepariwisataan Universitas Merdeka Malang menggelar rangkaian peringatan World Tourism Day pada 27 September hingga 8 Oktober 2026 untuk menguatkan kompetensi vokasi dan pemberdayaan masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan aksi Bar Take Over bersama Master Kopi di kawasan Car Free Day Jalan Ijen, Kota Malang. Mahasiswa berlatih langsung memberikan pelayanan standar industri perhotelan kepada masyarakat luas.
Agenda dilanjutkan dengan konferensi internasional ICONHOSTS ke-6 serta aksi pengabdian masyarakat di Desa Wisata Poncokusumo. Kegiatan ini memadukan diskusi akademik global dengan pendampingan langsung bagi pelaku usaha lokal.
Penguatan Vokasi dan Pelestarian Lingkungan
Rangkaian kegiatan World Tourism Day 2026 ini turut mencakup Heritage Longmarch serta aksi Green Destination Action. Keseluruhan program dirancang untuk mengintegrasikan keterampilan praktis mahasiswa, konservasi lingkungan, dan pelestarian budaya.
Pendampingan UMKM di Desa Wisata Poncokusumo berfokus pada peningkatan kualitas layanan serta efektivitas pemasaran digital. Kolaborasi ini menjembatani riset akademik dengan kebutuhan nyata para pelaku ekonomi kreatif di daerah.
Kolaborasi Strategis untuk Dampak Berkelanjutan
Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku industri menjadi kunci utama pelaksanaan program ini. Langkah kolaboratif tersebut diharapkan dapat melahirkan ekosistem pariwisata yang tangguh serta berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Pendidikan pariwisata tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang menguasai keterampilan industri, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap pengembangan destinasi dan masyarakat,” ujar Prof. Dr. Widji Astuti, Ketua Program Diploma Kepariwisataan UNMER Malang.
Inisiatif terpadu ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi dapat berjalan iring dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi warga.