PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pelatihan Kader Lanjut (PKL) ke-X PC PMII Probolinggo resmi berakhir dengan pengukuhan 17 kader mujtahid pada Senin (29/6/2026) subuh, menandai tuntasnya seluruh tahapan kaderisasi tingkat lanjut tersebut.
Peserta yang dikukuhkan berasal dari berbagai wilayah, termasuk Probolinggo, Bali, Surabaya, dan Tulungagung, yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian proses kaderisasi secara intensif dan khidmat.
Ketua PC PMII Probolinggo, Dedi Bayu Angga, menekankan bahwa pengukuhan ini merupakan awal dari tanggung jawab besar para kader pilihan untuk terus mengabdi dan menjaga marwah serta nilai perjuangan organisasi.
Tantangan Kader Di Masa Depan
Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur, M. Ivan Akiedozawa, menyoroti pentingnya relevansi kader terhadap perkembangan zaman. Ia menegaskan bahwa tanpa kemampuan beradaptasi, kader berisiko menghadapi stagnasi atau kepunahan dalam pergerakan.
Kader mujtahid dituntut untuk mampu melahirkan gagasan, gerakan, dan transformasi nyata yang mencerminkan jati diri PMII yang sesungguhnya di tengah tantangan masa depan yang semakin kompleks.
Menjaga Marwah Organisasi
Langkah ke depan bagi para kader adalah mengutamakan kepentingan bersama di atas ambisi pribadi atau kelompok guna menjaga keberlangsungan organisasi. “Tinggalkan kepentingan pribadi, kelompok, dan utamakan kepentingan bersama,” ujar Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur, M. Ivan Akiedozawa.
Semangat dari PKL ke-X ini diharapkan menjadi modal bagi para alumni untuk memperkuat kapasitas intelektual serta menjadi agen perubahan yang solutif bagi masyarakat luas.