Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
04 Desember 2025 | 19:43 WIB
Daerah

8 Ulama Muda yang Dinilai Layak Pimpin MUI Probolinggo

Hutan di Antara Maqāṣid ‘Āmmah dan Kebijakan Publik 20251204 195238
(Dari kiri) KH. Mohammad Hasan Naufal (Nun Boy), KH. Hassan Ahsan Maliki (Nun Alex), KH. Hasan Abdurrahman Wafi (Lora Abdur), KH. Muhammad Imdad Rabbani (Lora Imdad), K. Muhammad Al Fayadl (Ra Fayyadl), KH. Asnawi Najib (Gus Najib), KH. Fathurrozi (Gus Rozi), KH. M. Faisol Zaini (Gus Faisol). (Grafis: Surau.ID)

 

Probolinggo, Surau.ID – Musyawarah Daerah (Musda) IV Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo akan digelar pada Sabtu (6/12/25) di Auditorium Madakaripura. Menjelang pemilihan ketua umum, Jaringan Intelektual Nahdliyin (JIN) Probolinggo menilai delapan ulama muda layak memimpin MUI periode mendatang.

Koordinator JIN Probolinggo, Lukman Sumardi menyebut Musda kali ini momentum menghadirkan kepemimpinan MUI yang progresif, responsif, dan mampu menjawab isu keumatan terkini. “Tidak hanya mengandalkan ulama sepuh. Ulama muda punya kapasitas dan kepekaan terhadap persoalan kekinian,” ujarnya, Kamis (4/12/25), dilansir dari Times Indonesia.

Menurut JIN Probolinggo ada delapan nama dari berbagai pesantren dengan rekam jejak keilmuan dan pengabdian di masyarakat:

1. KH. Mohammad Hasan Naufal (Nun Boy)

Putra KH. Hasan Saifourridzall ini merupakan salah satu pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong. Aktif membina Majelis Ta’lim wal Maulid Roudhotul Ulum (Tamru) dengan puluhan ribu jamaah, Nun Boy dikenal luas di kalangan generasi muda dan memiliki pengaruh kuat di akar rumput.

2. KH. Hassan Ahsan Maliki (Nun Alex)

Dikenal sebagai intelektual Muslim, Nun Alex adalah pelopor gagasan pesantren multimedia di Indonesia. Gagasannya mengkolaborasikan teknologi informasi dengan dakwah pesantren. Aktif di Komisi Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat MUI Jawa Timur, ia pernah memimpin Biro Komunikasi dan Informatika Pesantren Zainul Hasan Genggong. Pemikirannya tentang sistem informasi pesantren menjadi penanda modernisasi kelembagaan Islam.

3. KH. Hasan Abdurrahman Wafi (Lora Abdur)

Ulama muda dari Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton ini dikenal memiliki kecerdasan menonjol sejak kecil. Ia menghafal 1.002 bait Alfiyah Ibnu Malik di usia belia. Kekuatan hafalan dan pemahaman mendalam terhadap ilmu alat menjadikannya aset intelektual pesantren.

4. KH. Muhammad Imdad Rabbani (Lora Imdad)

Bergerak di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Lora Imdad aktif berdakwah dan membina masyarakat. Pemikirannya dinilai relevan dengan tantangan keumatan saat ini, terutama dalam konteks sosial-keagamaan kontemporer.

5. K. Muhammad Al Fayadl (Ra Fayyadl)

Seorang akademisi, penulis produktif, dan pengajar di Ma’had Aly serta Universitas Nurul Jadid Paiton. Latar pendidikan internasional di Prancis memperkaya perspektifnya dalam filsafat dan kajian teologi kontemporer. Ia pernah menjadi editor di LKiS Yogyakarta dan menulis karya-karya penting seperti Pertemuan Sufi, Derrida, Teologi Negatif Ibn Arabi, dan Nailur Rohmah.

6. KH. Asnawi Najib (Gus Najib)

Ulama muda Ponpes Lubbul Labib, Desa Kedungsari, Kecamatan Maron. Ia memiliki jejaring kuat di kalangan pesantren, dan dinilai mampu membawa perspektif baru bagi penguatan peran MUI di tingkat daerah.

7. KH. Fathurrozi (Gus Rozi)

Pengasuh Ponpes Manbaul Hikam, Desa Tegalmojo, Kecamatan Tegalsiwalan. Dikenal memiliki komunikasi yang baik lintas kalangan, Gus Rozi aktif dalam pembinaan masyarakat dan sering terlibat dalam forum keumatan di wilayahnya.

8. KH. M. Faisol Zaini (Gus Faisol)

Pengasuh Ponpes Al Ihsan Assyalafi, Desa Kerpangan, Kecamatan Leces. Aktif dalam dakwah dan pembinaan keagamaan di tingkat akar rumput, Gus Faisol dikenal dekat dengan komunitas masyarakat bawah.

Lukman menilai keberadaan figur-figur tersebut mencerminkan besarnya potensi kepemimpinan muda di tubuh MUI Probolinggo. Bagi JIN, hadirnya generasi baru akan membuat MUI lebih adaptif terhadap perkembangan masyarakat.

“Jadi ulama-ulama muda di Kabupaten Probolinggo itu banyak dan kompeten untuk memimpin MUI. Asal mereka diberi kesempatan, saya yakin MUI akan lebih baik,” ucapnya.

Penulis: ZH Rizqiyansyah
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id