ACEH UTARA (Surau.ID) – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Tgk H Faisal Ali, menekankan pentingnya kualitas kader dalam menentukan masa depan Nahdlatul Ulama agar tetap relevan di tengah perubahan sosial yang cepat.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan XII di Dayah Ashhabul Yamin Al-Aziziyah, Aceh Utara, pada Jumat (3/7/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 251 peserta dari berbagai daerah di Aceh dan menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar di wilayah tersebut.
Visi perjuangan NU secara nasional harus tetap dijaga, namun pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan karakter masyarakat serta memperkuat budaya lokal sebagai bagian dari dakwah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Pentingnya Adaptasi Teknologi
Tantangan zaman yang menuntut pendekatan dakwah dan pelayanan yang lebih adaptif mengharuskan kader NU untuk melek teknologi tanpa meninggalkan jati diri organisasi.
“Peran teknologi harus dimanfaatkan secara maksimal agar pelayanan organisasi lebih cepat, koordinasi lebih efektif, dan realisasi program dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” tegas Tgk H Faisal Ali.
Kader Berintegritas Sebagai Penggerak
Keberhasilan kaderisasi tidak diukur dari jumlah peserta, melainkan pada lahirnya kader berintegritas yang mampu menghadirkan solusi konkret bagi persoalan masyarakat.
Kader dituntut untuk terus belajar dan membangun jejaring agar NU tetap besar dan memberikan manfaat bagi umat. “NU akan tetap besar apabila kader-kadernya terus belajar, menjaga tradisi ulama, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta hadir memberikan solusi atas persoalan masyarakat,” ujar Abu Sibreh.