JAKARTA (Surau.ID) – Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti fenomena kekurangan murid baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di berbagai daerah dan mendesak Pemerintah melakukan evaluasi tata ulang layanan pendidikan dasar.
Fenomena sekolah yang tidak mendapat murid baru, seperti yang terjadi di Semarang, Solo, Gunungkidul, hingga Temanggung, dinilai sebagai sinyal darurat. Pemerintah diminta memetakan apakah kondisi ini bersifat nasional atau sekadar kasuistik di wilayah tertentu.
Puan menegaskan bahwa tanggung jawab negara adalah menjamin setiap anak mendapatkan akses pendidikan dasar yang mudah dan berkualitas. Solusi krisis ini tidak boleh hanya berhenti pada penutupan atau penggabungan sekolah.
Evaluasi Berbasis Data Komprehensif
Pemerintah perlu menyusun peta nasional kebutuhan satuan pendidikan berbasis desa dan kecamatan. Integrasi data jumlah anak usia sekolah, tren kelahiran, hingga proyeksi penduduk sepuluh tahun ke depan menjadi kunci pengambilan kebijakan yang tepat.
Langkah ini penting untuk menentukan apakah sekolah perlu direvitalisasi, dijadikan sekolah rujukan, digabungkan, atau tetap dipertahankan karena fungsi strategisnya bagi akses pendidikan masyarakat di wilayah tersebut.
Transformasi Kualitas Pendidikan
Jika penggabungan sekolah menjadi pilihan, Puan mengingatkan agar Pemerintah memastikan aspek keamanan transportasi, waktu tempuh yang wajar, serta jaminan agar anak dari keluarga rentan tidak putus sekolah. Efisiensi tidak boleh mengorbankan hak anak.
“Negara tidak dapat meminta masyarakat memilih sekolah negeri tanpa memastikan sekolah tersebut benar-benar menawarkan layanan yang dipercaya dan dibutuhkan keluarga,” ujar Puan Maharani, Ketua DPR RI, dalam keterangan resminya pada Rabu (15/7/2026).
Transformasi layanan, mulai dari kualitas pembelajaran, penguatan karakter, hingga kompetensi guru, menjadi harga mati agar sekolah negeri kembali relevan. DPR RI berkomitmen mengawal reformasi ini agar akses pendidikan yang bermutu tetap merata bagi seluruh anak Indonesia.