PROBOLINGGO (Surau.ID) – SMA Negeri 1 Krucil bekerja sama dengan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Probolinggo menggelar Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan tersebut membekali peserta didik baru dengan edukasi mengenai bahaya pernikahan dini dan penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan yang berlangsung di aula SMAN 1 Krucil itu menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Krucil, Nurul Huda, sebagai narasumber. Melalui sosialisasi tersebut, para siswa diajak untuk memahami dampak pernikahan dini dan narkoba terhadap kesehatan, pendidikan, hingga masa depan generasi muda.
Mengusung tema “Bahaya Pernikahan Dini dan Narkoba”, kegiatan BRUS menjadi bagian dari upaya sekolah untuk membentuk generasi yang cerdas, sehat, berprestasi, dan berakhlak mulia sejak awal memasuki jenjang pendidikan menengah.
Dalam pemaparannya, Nurul Huda mengingatkan peserta didik agar tidak terburu-buru menikah di usia muda karena dapat menghambat pendidikan dan cita-cita. Jangan sampai pernikahan dini menghentikan langkah untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi.
“Persiapkan diri sebaik mungkin sebelum membangun keluarga,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengajak para pelajar untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak kesehatan, masa depan, bahkan kehidupan sosial.
“Katakan tidak pada narkoba. Sekali terjerumus, dampaknya bukan hanya pada diri sendiri, tetapi juga pada keluarga dan masa depan kalian,” tegasnya.

Nurul Huda menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak SMAN 1 Krucil yang telah memberikan kesempatan kepada KUA Kecamatan Krucil untuk berbagi edukasi kepada peserta didik baru. Ia berharap seluruh siswa mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan.
Ia juga berharap para peserta didik baru SMAN 1 Krucil dapat terhindar dari hal-hal negatif, seperti minuman keras, narkoba, obat-obatan terlarang, dan pergaulan bebas.
“Semoga kalian tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkualitas, dan siap menyongsong masa depan tanpa narkoba maupun pernikahan dini,” tutupnya.