BANDUNG (Surau.ID) – Komisi Pesantren MUI menggelar Multaqā Ru’asā’ al-Ma’āhid II di STMIK AMIK Bandung, Sabtu (18/7/2026), sebagai rangkaian Pra-Kongres Umat Islam Indonesia VIII yang berfokus pada strategi inkubasi bisnis dan pemberdayaan ekonomi pesantren.
Forum ini mempertemukan pimpinan pesantren, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan teknologi digital dalam pengembangan ekonomi pesantren, sekaligus sebagai upaya strategis MUI dalam menyiapkan rekomendasi bagi KUII VIII.
Sebagai langkah konkret, Komisi Pesantren MUI menggagas program Santripreneur yang akan memberikan beasiswa pendidikan digital marketing bagi santri melalui kerja sama dengan STMIK AMIK Bandung dan Baznas RI, guna mencetak kader penggerak ekonomi di masing-masing pesantren.
Transformasi Berbasis Teknologi
Pemilihan kampus teknologi sebagai lokasi acara dinilai sebagai terobosan luar biasa yang menunjukkan cara pandang progresif MUI terhadap masa depan pesantren. Hal ini menegaskan pentingnya adaptasi pesantren terhadap perkembangan zaman melalui penguasaan teknologi.
“Program Santripreneur akan diberikan beasiswa yang nantinya semoga akan ada kerja sama Baznas dan STMIK AMIK Bandung, khususnya di bidang digital marketing,” ujar Sekretaris Komisi Pesantren MUI, Muhammad Iqbal.
Sinergi untuk Kemandirian Santri
Baznas RI berkomitmen mendukung pengembangan inkubasi bisnis agar lulusan pesantren memiliki kompetensi kewirausahaan selain kemampuan keagamaan. Sinergi ini diharapkan mampu membekali santri dengan keterampilan engineering dan teknologi untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Mereka tidak hanya menjadi santri dan kiai, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi sehingga dakwahnya semakin kuat,” tutur Pimpinan Baznas RI, Mokhamad Mahdum.
Kolaborasi ini diharapkan melahirkan program konkret yang berdampak langsung bagi pengembangan sumber daya manusia di pesantren. Dengan kemandirian ekonomi yang kokoh, pesantren diharapkan dapat memperluas jangkauan dan pengaruh dakwahnya di tengah tantangan zaman yang semakin dinamis.