JAKARTA (Surau.ID) — Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) untuk menyusun program sertifikasi imam secara nasional. Sertifikasi tersebut dinilai penting untuk menetapkan standar dan kualifikasi imam sesuai dengan kebutuhan dan perannya di tengah masyarakat.
Melansir Kemenag, Nasaruddin Umar berharap forum tersebut tidak hanya menghasilkan program organisasi, tetapi juga rekomendasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Dalam pertemuan ini kita akan bahas. Kita jadikan program kerja secara nasional. Perlu ada sertifikasi imam. Kita perlu membuat standar imam, dengan kualifikasinya masing-masing,” katanya, saat memberikan sambutan pada Acara Muktamar IPIM (Ikatan Persaudaraan Imam Masjid) 2026, di Hotel Grand Syahid Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Nasaruddin, sertifikasi perlu disusun dengan mempertimbangkan beragam tingkatan dan fungsi imam. Ia menyebut terdapat sejumlah istilah dan peran dalam kepemimpinan keimanan, seperti Imam Rawatid, Sheikh, Murshid, dan Khalifah.
“Ini pihak yang di wilayah. Segala hal yang berkaitan dengan keimanan atau perimanan harus melalui organisasi IPIM. Nanti kita akan lihat sertifikasi imam ini seperti apa. Apakah nanti ini bekerja sama dengan Bimas Islam yang juga membahas tentang masalah perimaman,” terangnya.
Imam Tak Sekadar Memimpin Ibadah
Nasaruddin menilai peran imam masjid tidak berhenti pada memimpin ibadah dan menjaga masjid. Imam juga memiliki tanggung jawab untuk membimbing masyarakat serta memperkuat nilai-nilai Islam di tengah perubahan dan tantangan zaman.
Karena itu, seorang imam dinilai perlu memiliki kemampuan yang lebih luas, termasuk memahami manajemen masjid. Menurut Nasaruddin, masjid memiliki fungsi strategis sebagai pusat pemberdayaan umat, sehingga imam juga perlu memiliki kapasitas sebagai pengelola masjid.
Dalam sejarah Islam, kata dia, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berkembang menjadi pusat ilmu pengetahuan, ekonomi, dan persatuan masyarakat. Karena itu, imam dan jamaah perlu membangun sinergi melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta kegiatan sosial.
“Kita berkumpul di sini. Berkumpul dalam suasana penuh kekeluargaan dan penuh persahabatan. Kita seperti berjumpa dengan keluarga besar kita sendiri. Dan ini yang kita harapkan, kita bisa memberi contoh sebuah organisasi, tidak terlalu memimpikan formalitas,” kata Menag Nasaruddin Umar.
Nasaruddin juga menekankan pentingnya karakter kepemimpinan dalam organisasi. Ia mengibaratkan kepemimpinan organisasi dengan keteladanan Rasulullah SAW yang mengedepankan kepercayaan dan kepedulian antarsesama.
“Bagi saya sukses sebuah organisasi itu, seperi Rasulullah Saw. Bagaimana organisasi kepemimpinan Rasulullah, itulah kepemimpinan yang penuh dengan kepercayaan satu sama lain. Dan seperti yang terjadi pada diri kita semua. Kita bahagia melihat saudara kita bahagia, kita ikut bersedih pada saat melihat saudara kita bersedih. Organisasi itu rusak, kalau bahagia melihat saudaranya menderita,” sambungnya.
Kemenag Siap Berkolaborasi dengan IPIM
Muktamar IPIM 2026 juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali berbagai agenda organisasi yang sempat terdampak pandemi Covid-19. Nasaruddin berharap kepengurusan IPIM mampu menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan untuk kepentingan masyarakat.
“Khusus itu Imam. IPIM ini selama bertahun-tahun banyak sekali kegiatan yang terhambat, karena adanya COVID-19. Bukan sedikit organisasi di Indonesia yang pada saat COVID terdampak, termasuk IPIM. Saya berharap pada Muktamar IPIM ini, bisa menghasilkan rekomendasi yang berdampak nyata bagi masyarakat,” harap Menag Nasaruddin Umar.
Ia juga menilai seorang imam perlu memiliki karakter sebagai sosok yang mampu menghadapi persoalan masyarakat. Imam, kata Nasaruddin, harus mampu menjadi pribadi yang pemaaf, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap kondisi umat.
Untuk mendukung penguatan kapasitas tersebut, Kementerian Agama membuka peluang kolaborasi dengan IPIM melalui berbagai program.
“Kementerian Agama dan IPIM siap berkolaborasi semisal dalam pelatihan imam, penguatan kapasitas, dan pengembangan masjid sebagai pusat pembinaan umat. Kolaborasi ini akan memperkuat ketahanan spiritual sekaligus ketahanan sosial bangsa,” tandasnya.