PAITON (Surau.ID) – Pasca agenda pembukaan Manajemen Pengasuhan Santri (MPS), peserta segera memasuki sesi materi perdana yang tak kalah menarik. Bertempat di Aula II, Ustazah Madinatul Munawwaroh hadir memberikan pembekalan mendalam bertajuk Building Learning Commitment (BLC) dan Dinamika Kelompok, Kamis (21/05/2026).
Dalam paparannya, Ustazah yang akrab disapa Ustazah Dina ini menegaskan bahwa fondasi utama seorang pengurus atau wali asuh terletak pada pemahaman manajerial yang solid. Ia memotivasi para peserta dengan membedah esensi manajemen sebagai alat untuk mewujudkan keberhasilan dari tantangan yang tampak sulit.
“Manajemen pada dasarnya adalah seni mengelola sistem, mengubah sesuatu yang dirasa mustahil menjadi mungkin untuk dilakukan,” ujar Ustazah Dina.
Untuk menghidupkan suasana, Ustazah Dina mengajak peserta melakukan simulasi kreatif dengan media kertas. Melalui tantangan mengubah setengah lembar kertas menjadi sebuah kalung, para calon pengurus diajak merefleksikan bahwa kreativitas, kerja sama tim, dan manajemen yang tepat mampu mengubah sesuatu yang sederhana menjadi bernilai tinggi.
Lebih jauh, Ustazah Dina menyentuh sisi emosional para calon pengurus dengan mengingatkan besarnya amanah yang mereka pikul. Ia menekankan bahwa menjadi wali asuh bukan sekadar tugas administratif, melainkan bentuk khidmat kepada orang tua santri.
“Ingatlah bahwa setiap orang tua menitipkan anaknya di sini dengan harapan besar. Mereka ingin anaknya dididik dan dijaga agar kelak menjadi sosok yang membanggakan, bahkan menjadi penolong bagi orang tuanya di akhirat nanti,” tuturnya penuh harap.
Selain aspek manajerial dan spiritual, sesi ini juga menyoroti pentingnya komunikasi efektif dalam berorganisasi. Menurut Ustazah Dina, efektivitas komunikasi tidak melulu soal kelihaian berbicara, tetapi tentang seberapa kuat keterikatan emosional antar individu.
“Komunikasi akan mengalir dengan lancar saat hubungan batin terjalin baik. Ketika tidak ada lagi hambatan emosional atau ‘gumpalan tisu’ yang mengganjal, pesan akan tersampaikan dengan tepat dan hubungan pun terjaga,” pungkasnya.
Melalui sesi BLC dan Dinamika Kelompok ini, diharapkan para calon pengurus memiliki kesiapan mental, komitmen belajar yang kuat, serta kemampuan kolaborasi yang mumpuni. Hal ini menjadi bekal strategis bagi mereka untuk menjalankan peran sebagai pembimbing sekaligus teladan di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.