JAKARTA (Surau.ID) — Rodri menorehkan pencapaian baru dalam kariernya setelah membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 sekaligus meraih penghargaan Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen. Gelar itu dipastikan usai Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 pada laga final di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin, (20/7/2026), dini hari WIB.
Spanyol memastikan gelar juara melalui kemenangan 1-0 setelah Ferran Torres mencetak gol pada babak perpanjangan waktu. Rodri kembali menjadi sosok penting di lini tengah La Furia Roja sepanjang turnamen dan tampil dalam delapan pertandingan hingga membawa timnya meraih trofi Piala Dunia.
Penampilan konsisten gelandang berusia 30 tahun itu membuat FIFA menganugerahinya Golden Ball sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2026.
Keberhasilan tersebut melengkapi koleksi gelar Rodri bersama Timnas Spanyol. Sebelumnya, ia turut mengantarkan negaranya menjuarai UEFA Nations League 2022/23 dan Piala Eropa 2024.
Di level klub, Rodri juga telah mengoleksi berbagai trofi bersama Manchester City. Ia empat kali menjuarai Premier League, serta meraih gelar Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, Piala Super Eropa, Piala FA, dan Carabao Cup.
Prestasinya bersama Manchester City dan Timnas Spanyol pada 2024 juga mengantarkan Rodri meraih Ballon d’Or, penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola.
Dengan keberhasilan menjadi juara Piala Dunia 2026, Rodri kini bergabung dalam kelompok pemain elite yang pernah memenangi Piala Dunia, Ballon d’Or, Liga Champions, dan turnamen kontinental. Sebelumnya, pencapaian tersebut hanya diraih Franz Beckenbauer, Gerd Mueller, Zinedine Zidane, Rivaldo, Ronaldinho, dan Lionel Messi.Menanggapi pencapaian itu,
Rodri mengaku tidak menyangka dapat menutup turnamen dengan hasil yang sempurna. “Rasanya seperti skenario yang sempurna. Saya tidak menyangka,” sebut Rodri, dikutip dari Reuters.
Ia juga berharap perjalanan kariernya dapat menjadi inspirasi bagi para pemain muda, terutama setelah berhasil bangkit dari cedera ACL yang sempat dialaminya pada 2024.
“Saya ingin generasi muda melihat bahwa seorang pemain yang pernah berada di puncak, kemudian terpuruk ke neraka, bisa kembali. Ini adalah pelajaran untuk mengatasi kesulitan,” tutupnya.