Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
29 September 2026 | 17:53 WIB
Hiburan

MU Kaji Langkah Hukum, Gelar Man City Jadi Sorotan

63ac740e 8544 4a13 a1e2 f2ee4fe00d36 169~2
Potret logo dan stadion Manchester United. (Surau.ID/Ist).

 

JAKARTA (Surau.ID) — Manchester United dilaporkan tengah melakukan peninjauan internal terkait potensi dampak finansial dari kasus pelanggaran aturan finansial yang melibatkan Manchester City. Langkah tersebut muncul setelah City dilaporkan dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan yang diajukan dalam kasus Premier League.

Laporan mengenai hasil putusan tersebut pertama kali mencuat pada Jumat, 25 September 2026. Kasus ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan finansial yang berlangsung selama periode yang diperiksa Premier League, termasuk persoalan informasi keuangan, pembayaran kepada pemain dan manajer, regulasi profitabilitas dan keberlanjutan, serta kepatuhan terhadap aturan UEFA.

Manchester City sebelumnya menghadapi total 115 dakwaan setelah Premier League melakukan penyelidikan selama bertahun-tahun. Perkara tersebut kemudian diperiksa oleh komisi independen. Meski hasil putusan dilaporkan telah menetapkan 114 pelanggaran, sanksi terhadap City hingga kini belum diumumkan.

Manchester City juga menyatakan bahwa proses hukum masih berlangsung. Klub itu mempertahankan posisinya dan diperkirakan akan mengajukan banding terhadap hasil yang dilaporkan tersebut.

Di tengah proses tersebut, sejumlah klub Premier League dilaporkan mulai meminta nasihat hukum mengenai kemungkinan klaim kompensasi apabila mereka dapat membuktikan mengalami kerugian akibat pelanggaran yang diputuskan terhadap City.

Manchester United menjadi salah satu klub yang disebut sedang menilai dampak tersebut. Fokus peninjauan internal MU mencakup musim-musim ketika klub berada di posisi kedua Premier League di belakang Manchester City, termasuk musim 2011-2012, 2017-2018, dan 2020-2021.

Langkah tersebut masih berada dalam tahap peninjauan. Belum ada keputusan bahwa gelar Premier League pada musim-musim tersebut akan dicabut atau dialihkan kepada klub lain. Sanksi terhadap Manchester City sendiri juga belum ditetapkan dan masih dapat dipengaruhi oleh proses banding.

Situasi ini membuat kelanjutan kasus Manchester City tidak hanya berkaitan dengan kemungkinan sanksi dari Premier League, tetapi juga membuka potensi persoalan hukum dan klaim kompensasi dari klub-klub lain yang merasa terdampak.

Menariknya, Manchester United saat ini dipimpin CEO Omar Berrada, yang sebelumnya bekerja di Manchester City. Berrada bergabung dengan City pada 2011 dan kemudian menjabat sebagai CEO pada 2020 hingga 2024.

Dengan proses banding dan penentuan sanksi yang masih berjalan, dampak terhadap klasemen, gelar sebelumnya, maupun kemungkinan kompensasi kepada klub lain masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

Penulis: Khoirul Anam
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id