JAKARTA (Surau.ID) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmen penguatan integritas pasar modal sebagai prioritas utama guna mendorong akselerasi transformasi pasar yang lebih efisien, transparan, terpercaya, dan inovatif.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia di Jakarta, Senin 10/8/2026, dihadiri sejumlah pejabat negara dan pemangku kepentingan.
Transformasi integritas ini dinilai strategis dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional serta mewujudkan ekonomi Indonesia yang resilien dan berkelanjutan, dengan basis investor yang terus tumbuh signifikan hingga 30,27 juta SID.
Inovasi Produk dan Pendalaman Pasar
Momentum HUT ke-49 ini ditandai peluncuran Exchange Traded Fund (ETF) Emas sebagai produk investasi baru yang praktis, likuid, dan sesuai prinsip syariah guna memperluas pilihan instrumen bagi investor domestik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi reformasi yang dilakukan OJK, seraya berharap instrumen baru ini mampu meningkatkan likuiditas pasar sekaligus menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.
Capaian Kinerja dan Target Strategis
Pasar Modal Indonesia menunjukkan pertumbuhan solid dengan realisasi penghimpunan dana mencapai Rp123,21 triliun dari 135 aksi korporasi hingga 7 Agustus 2026, serta tetap dipertahankan dalam klasifikasi Emerging Market oleh MSCI.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Pasar Modal Indonesia terus tumbuh, baik dari sisi kemampuan menghimpun dana bagi dunia usaha maupun dari sisi perluasan basis investor,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi.
Ke depan, OJK akan terus mengakselerasi Roadmap PMDK 2022-2027 melalui pendalaman pasar, penguatan integritas melalui efektivitas sanksi, penguatan kelembagaan, serta pengembangan keuangan berkelanjutan, termasuk optimalisasi bursa karbon sebagai upaya strategis menciptakan pasar modal yang berdaulat, mandiri, dan berdaya saing global.